<<<==ayat berikutnya

Ar-Ruum ayat ke 48

ayat sebelumnya ===>>


الـلَّـهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Kajian kata

فَتُثِيرُ pada surat Ar-Ruum ayat ke 48

Bacaan dalam tulisan arab latin fatutsîru
Jenis kata kata kerja pasif bentuk sedang akan
Arti kata فَتُثِيرُ lalu (ia[lk]) dihalau / dibuang
Jumlah pemakaian kata فَتُثِيرُ dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 kali
Kata فَتُثِيرُ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ث و ر
huruf pertama k1=ث , huruf kedua k2=و, dan huruf ketiga k3=ر
Makna dari kata dasar ث و ر :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna keadaan meragi, lembu, sapi jantan, jawi, banteng, lembu jantan, omong kosong, hewan besar jantan, pengumuman dr paus, nasihat, lembu jantan muda, termasuk keluarga sapi, pemberontak, pendurhaka, yg suka melawan, yg suka menentang, yg suka memberontak, kenaikan, penambahan, naiknya, ketinggian, tanjakan, penaikan, bukit kecil, peninggian, berkembangnya, reaksi, pemberontakan, protes, rasa jijik, amuk, lereng, lerengan, tanah landai, jalur yg melandai, jalan melandai, kemarahan, penipuan, badai, angin topan, ribut, angin ribut, keributan, semburan, menyerang, menggempur, membabi buta, beribut, meribut, membadai, panas, kepanasan, tekanan, bara, babak, perasaan yg meluap, bagian dr balapan, masa kelamin, api, kebakaran, semangat, tungku, gejolak, dapur, demam, sebelumnya

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna bergejolak, meragi, memfermentasikan, beragi, masuk dgn kekerasan, lewat dgn mendesak, menyetir, mengemudikan, memimpin, merugikan, menghilirkan, menghalangi, mengganggu, merintangi, merevolusionerkan, merombak keadaan, mengubah dgn cepat, memberontak, melawan, menentang, membangkang, membangkangi, naik, bangun, bertambah, bangkit, terbit, berdiri, membubung, muncul, timbul, mengatasi, menjulang, membubul, mulai, membangun, mekar, meragikan, empoh, mengatas, memuakkan, memualkan, menjijikkan, berevolusi, merasa jijik, merasa ngeri, mengamuk, meluap, melereng, menjalar, berdiri pd kaki belakang, mengadu-dombakan, memanaskan, menghangatkan, memanasi, panaskan, menjadi panas, mendiang, berdiang, memijarkan, memijar, memperhangat, memecat, melepaskan, membakar, menyalakan, merangsang, membedil, memetik, melemparkan

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ث و ر dalam AlQuran 5 kali, yang terdiri dari dipakai kata kerja sebanyak 5 kali
Pola dasar ث و ر Dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata kerja saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata benda

Kajian kata فَتُثِيرُ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata kerja : kata فَتُثِيرُ merupakan bentuk kata kerja.

dalam bahasa arab kata kerja dibedakan bentuk lampau, bentuk sedang atau akan terjadi dan bentuk perintah. jadi kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung dari waktu kejadiannya.

selain itu dalam bahasa arab kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung juga pada pelakunya

2. imbuan : kata فَتُثِيرُ ini memiliki imbuan fa ( فَ ), imbuan fa ( فَ ) ini memberikan makna maka atau lalu.

3. bentuk sedang / akan : kata فَتُثِيرُ merupakan bentuk kata kerja yang sedang atau akan terjadi.

4. kata kerja pasif : kata فَتُثِيرُ ini tergolong dalam bentuk kata kerja pasif, artinya subyeknya dilakukan pekerjaan

5. obyek pelaku : kata فَتُثِيرُ merupakan kerja pasif ini yang menerangkan aktivitas yang sedang/akan berlangsung yang dilakukan oleh orang kedua tunggal (kami). adapun huruf k3 merupakan huruf mati, hal ini karena diawali dengan kata penghubung lam dsb.

Pemakaian kata dasar ث و ر pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

وَأَثَارُوا الأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَات Ar-Ruum 9

 

قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ ذَلُولٌ تُثِيرُ الأَرْضَ Al-Baqarah 71

 

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاء Ar-Ruum 48
فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَّيِّتٍ Faathir 9

 

فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا Al-Adiyaat 4