<<<==ayat berikutnya

Yusuf ayat ke 76

ayat sebelumnya ===>>


فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَآءِ أَخِيهِ ثُمَّ ٱسْتَخْرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِ كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِى دِينِ ٱلْمَلِكِ إِلَّآ أَن يَشَآءَ الـلَّـهُ نَرْفَعُ دَرَجَٰتٍ مَّن نَّشَآءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِى عِلْمٍ عَلِيمٌ

Kajian kata

وِعَآءِ pada surat Yusuf ayat ke 76

Bacaan dalam tulisan arab latin wi'â-i
Jenis kata kata benda atau sifat
Arti kata وِعَآءِ karung/wadah
Jumlah pemakaian kata وِعَآءِ dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 kali
Kata وِعَآءِ tersusun dari kata dasar dengan suku kata و ع و
huruf pertama k1=و , huruf kedua k2=ع, dan huruf ketiga k3=و
Makna dari kata dasar و ع و :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna pengetahuan, keinsafan, realisasi, penglaksanaan, ketepatan, perasaan halus, kesanggupan merasa, sifat lekas tersinggung

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna mengumpulkan, memungut, berkumpul, berkerumun, menghimpunkan, berkelompok, mengambil, mengangkat, menagih, menampung, terkumpul, menarik, membendel, menahan, memelihara, menguasai, menyewa, menggaji, menyimpan dlm hati

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar و ع و dalam AlQuran 8 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 5 kali, dipakai kata kerja sebanyak 2 kali
Pola dasar و ع و dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata benda saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata kerja

Kajian kata وِعَآءِ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata وِعَآءِ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata وِعَآءِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

3. kata benda atau menerangkan kata sifat : kata وِعَآءِ ini memiliki konsonan k2 panjang yang dapat digunakan sebagai kata benda atau digunakan sebagai kata sifat.

4. majrur : kata وِعَاء yang berupa kata benda ini memiliki konsonan_k3 yang menggunakan kasrah atau menggunakan îna (untuk jamak) hal ini disebabkan karena kata وِعَاء ini diawali dengan kata مِن .

Pemakaian kata dasar و ع و pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ Al-Inshiqaaq 23

 

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِين Al-Mulk 5
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ Al-Haaqqah 12

 

ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِن وِعَاء أَخِيهِ Yusuf 76
فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِ قَبْلَ وِعَاء أَخِيهِ Yusuf 76

 

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ Al-Haaqqah 12

 

وَجَمَعَ فَأَوْعَى Al-Ma'arij 18

 

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِ قَبْلَ وِعَاء أَخِيهِ Yusuf 76