<<<==ayat berikutnya

An-Nisa ayat ke 85

ayat sebelumnya ===>>


مَّن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً حَسَنَةً يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌ مِّنْهَا وَمَن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً سَيِّئَةً يَكُن لَّهُۥ كِفْلٌ مِّنْهَا وَكَانَ الـلَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ مُّقِيتًا

Kajian kata

مُّقِيتًا pada surat An-Nisa ayat ke 85

Bacaan dalam tulisan arab latin muqîtân
Arti kata مُّقِيتًا Maha Kuasa
Jumlah pemakaian kata مُّقِيتًا dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata مُّقِيتًا tersusun dari kata dasar dengan suku kata ق و ت
huruf pertama k1=ق , huruf kedua k2=و, dan huruf ketiga k3=ت
Makna dari kata dasar ق و ت :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna , pangan, makan, masakan, santapan, rezeki, tepung kasar, jamu, jamuan, diet, menu, porsi, makanan hewan, pemberian makanan, nafkah, sara, proses penerimaan gizi, bantuan, hidangan, piring, sajian, pinggan, roti, tarif, penumpang, ongkos perjalanan, biaya perjalanan, harga karcis, daging, ikan, isi, makanan ternak, umpan, lundi, ulat, tempayak, jentik-jentik serangga, makanan manis, meja, tabel, daftar, meja makan, meja perundingan, papan, dewan, papan tulis, badan, karton, persediaan makanan, pengasuhan, pemeliharaan, asuhan, didikan, makanan , ejekan, cemooh, sindiran, paku payung, jahitan jelujur, paku rebana, arah jalannya kapal, orang bodoh, ketentuan, ketetapan, bekal, persediaan, syarat

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna memakan, menyantap, menafkahi, menjamu, mengihdangkan.

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ق و ت dalam AlQuran 2 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 2 kali
Pola dasar ق و ت dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata benda saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata kerja

Kajian kata مُّقِيتًا ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata مُّقِيتًا termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. gender laki-laki : kata مُّقِيتًا ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki

3. kata dengan jumlah tunggal : untuk kata مُّقِيتًا ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki.

4. kata yang memiliki makna sangat : kata مُّقِيتًا ini memiliki makna sangat atau maha dicirikan dengan adanya huruf kasrah panjang atau huruf dhomah panjang yang ada pada konsonan ke 2 (k2). kata ini jika diawali dengan kata sandang al ( اَل ) sering (dalam artian tidak selalu) digunakan untuk menerangkan sifat tuhan pencipta, pemelihara dan raja seluruh alam semesta. adapun jika tidak diawali dengan kata sandang al ( اَل ) maka hanya digunakan untuk menerangkan sifat dari yang ada di alam saja.

5. kata sifat untuk penekanan : kata ini memiliki bentuk kata penekanan dengan dicirikan adanya imbuan ân pada konsonan_k3

Pemakaian kata dasar ق و ت pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

وَكَانَ اللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُّقِيتًا An-Nisa 85

 

وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِين Fush-Shilat 10