Hadits riyawat : muslim dengan nomor hadits : 2519
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ وَلَا يَسُومُ عَلَى سَوْمِ أَخِيهِ وَلَا تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا وَلَا عَلَى خَالَتِهَا وَلَا تَسْأَلُ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَكْتَفِئَ صَحْفَتَهَا وَلْتَنْكِحْ فَإِنَّمَا لَهَا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهَا
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :أخيه
Arti kata akhîhi ( أخيه ) | saudaranya |
Jumlah pemakaian kata أَخِيهِ | 10 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata أَخِيهِ tersusun dari suku kata | ا-خ-و kata dasar ا-خ-و ini huruf hijaizah yang pertama yaitu ا yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. kata dasar ا-خ-و ini huruf hijaizah yang ketiga yaitu و yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. Penggunaan kata dasar ا-خ-و ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ا-خ-و pada AlQuran | 96 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 95 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 1 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ا-خ-و pada AlQuran | 52 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ا-خ-و Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata ikhwan, saudara laki-laki, mas, broeder, kawan sekerja. Tidak ada kata kerja yang berkaitan kata dasar ini |
Kajian kata أَخِيهِ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender laki-laki : kata أَخِيهِ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki 3 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata أَخِيهِ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki. 4 diikuti kata ganti sebagai obyek : kata أَخِيهِ ini memiliki kata ganti untuk orang ketiga tunggal. adapun kata gantinya untuk orang ketiga tunggal ini menggunakan hi ( هِ ) , hal ini karena ada kata yang ada didepannya yang menyebabkan kata ganti kepemilikan untuk orang ketiga tunggal ini menggunakan hi ( هِ ). Kata ganti hi ( هِ ) ini berfungsi sebagai obyek 5 diikuti kata ganti kepemilikan : kata أَخِيهِ ini memiliki kata ganti kepemilikan untuk orang ketiga tunggal. adapun kata gantinya untuk orang ketiga tunggal ini menggunakan hi ( هِ ) , hal ini karena ada kata yang ada didepannya yang menyebabkan kata ganti kepemilikan untuk orang ketiga tunggal ini menggunakan hi ( هِ ). Kata ganti hi ( هِ ) berfungsi sebagai pemilik dari kata arabUnicodeOriginal (yang artinya saudaranya) |