<<<==ayat berikutnya

Al-Fath ayat ke 29

ayat sebelumnya ===>>

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ الـلَّـهِ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ الـلَّـهِ وَرِضْوَٰنًا سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ وَعَدَ الـلَّـهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا

Setiap Huruf arab ini dapat diklik untuk diperdalam maknanya

muaiqlysudais
afasyabdulbasit

Kajian kata لِيَغِيظَ pada surat Al-Fath ayat ke 29
Bacaan dalam tulisan arab latin liyaghîdha
Arti kata liyaghîdha ( ليغيظ )karena hendak menjengkelkan
Jenis kata kata kerja aktif bentuk sedang atau akan terjadi
Jumlah pemakaian kata ليغيظ1
Kata لِيَغِيظَ tersusun dari suku kata غ-ي-ظ
Jumlah pemakaian pola kata غ-ي-ظ11
Makna dari kata dasar غ-ي-ظ Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata kegusaran, kekerasan, kegemaran, kegilaan, kemurkaan, kebencian, dendam, marah, berang, keberangan, amarah, murka, kedongkolan, kegemasan, sakit hati, ejekan, umpat, umpatan, godaan, kekesalan, kedengkian, dengki, iri hati, iri, hasad, kejengkelan, perasaan tersinggung, kesebalan, kedendaman, resah, gusar, pengamukan, keinginan besar, kegilaan sementara
Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata mengamuk, membabi buta, bercabul, menggalak, menggelora, bersimaharajalela, rewel, mengukir, memahat, menjengkelkan, mengauskan, mengesalkan, menyinggung, melukai hati, menyinggung perasaan, dongkol, jengkel, melukai, menggarut, kesal, melucuti, melecetkan, menggosok supaya hangat, memarahkan, mengumpat, mengejek, membakar hati, menggoda, menimbulkan minat ingin tahu, merasa kuatir, cerewet, marah-marah, berkobar-kobaran
Kajian kata لِيَغِيظَ ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 imbuan : kata لِيَغِيظَ ini memiliki imbuan li ( لِ ). imbuan li ( لِ ) ini berarti untuk, bagi, kepada. imbuan ini selain dapat digunakan untuk kata kerja juga dapat digunakan untuk diterapkan pada kata benda. imbuan li ( لِ ) ini akan menyebabkan konsonan k3 untuk kata benda berakhiran kasrah

2 bentuk sedang/akan : kata لِيَغِيظَ merupakan bentuk kata kerja yang sedang atau akan terjadi.

3 kata kerja bentuk sedang atau akan terjadi : kata لِيَغِيظَ merupakan bentuk kata kerja yang menerangkan pekerjaan yang sedang terjadi atau akan dilakukan pada masa mendatang.

4 subyek pelaku : kata kerja لِيَغِيظَ ini subyeknya adalah orang ketiga laki-laki tunggal (dia). Hal ini dicirikan dengan adanya huruf ya yang diberi harakat fatchah diawal kata ( يَ ).

لَغَآئِظُونَغَيْظَتَغَيُّظًابِغَيْظِهِمْبِغَيْظِكُمْ
ٱلْغَيْظِٱلْغَيْظَيَغِيظُلِيَغِيظَ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

قُلْ مُوتُوا۟ بِغَيْظِكُمْ إِنَّ الـلَّـهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
katakanlah dibunuh (oleh mereka) dengan kemarahan kalian sesungguhnya Allah sangat mengetahui dengan yang mempunyai dada/hati
Ali-Imran:119بِغَيْظِكُمْ
وَرَدَّ الـلَّـهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا۟ خَيْرًا
dan menolak/menghalau Allah orang-orang yang (mereka) mengingkari dengan kemarahan/kejengkelan mereka tidak memperoleh kebaikan
Al-Ahzab:25بِغَيْظِهِمْ
إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ سَمِعُوا۟ لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا
apabila (ia) melihat mereka dari tempat yang jauh (mereka) mendengar padanya kemarahan dan teriakan/suara bernyala-nyala
Al-Furqon:12تَغَيُّظًا
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ
dan dihilangkan kemarahan/kebencian hati mereka
At-Taubah:15غَيْظَ
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ
dan sesungguhnya mereka bagi kami benar-benar orang-orang yang marah
Asy-Syu'araa':55لَغَآئِظُونَ
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ الـلَّـهِ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ
muhammad rasul/utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia sangat keras atas/terhadap orang-orang kafir maka ia tegak atas/terhadap batangnya menjadikan akan menakjubkan penanam-penanam karena hendak menjengkelkan dengan mereka orang-orang kafir
Al-Fath:29لِيَغِيظَ
وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ
dan tidak menginjak suatu tempat menginjak menjengkelkan orang-orang kafir dan tidak mendapat dari musuh
At-Taubah:120يَغِيظُ
ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ
kemudian hendaklah melalui maka hendaklah memperhatikan apakah sungguh menyebakan akan menghilangkan tipu dayanya apa yang menjengkelkan
Al-Hajj:15
وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ
dan orang-orang yang menahan kemarahan/kebencian dan orang-orang yang memaafkan dari manusia/orang lain
Ali-Imran:134ٱلْغَيْظَ
وَإِذَا خَلَوْا۟ عَضُّوا۟ عَلَيْكُمُ ٱلْأَنَامِلَ مِنَ ٱلْغَيْظِ
dan apabila mereka menyendiri menggigit atas kalian jari-jari dari kemarahan/kebencian
Ali-Imran:119ٱلْغَيْظِ
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ
semakin mendekat (ia) supaya menjadi terpecah belah (ia[pr]) yang satu/sekali kemarahan/kebencian
Al-Mulk:8
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ
semakin mendekat (ia) supaya menjadi terpecah belah (ia[pr]) yang satu/sekali kemarahan/kebencian
Al-Mulk:8