<<<==ayat berikutnya

Al-Ahzab ayat ke 50

ayat sebelumnya ===>>

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَٰجَكَ ٱلَّٰتِىٓ ءَاتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّآ أَفَآءَ الـلَّـهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّٰتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَٰلَٰتِكَ ٱلَّٰتِى هَاجَرْنَ مَعَكَ وَٱمْرَأَةً مُّؤْمِنَةً إِن وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِىِّ إِنْ أَرَادَ ٱلنَّبِىُّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِىٓ أَزْوَٰجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ وَكَانَ الـلَّـهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Setiap Huruf arab ini dapat diklik untuk diperdalam maknanya

muaiqlysudais
afasyabdulbasit

Kajian kata يَسْتَنكِحَهَا pada surat Al-Ahzab ayat ke 50
Bacaan dalam tulisan arab latin yastankichahâ
Arti kata yastankichahâ ( يستنكحها )memohon mengawininya[pr]
Jenis kata kata kerja aktif bentuk sedang atau akan terjadi
Jumlah pemakaian kata يستنكحها1
Kata يَسْتَنكِحَهَا tersusun dari suku kata ن-ك-ح
pola kata kesepuluhadapun makna dari pola kata kesepuluh ini adalah :

1. meminta melakukan, memohon melakukan

2. memiliki arti kausatif

3. menjadi seperti katadasarnya

Jumlah pemakaian pola kata ن-ك-ح23
Makna dari kata dasar ن-ك-ح Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata pernikahan, perkawinan, ikatan perkawinan, nikah, penggabungan, jimak, sanggama, pergaulan, lambangsari, upacara nikah.
Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata bersetubuh, mengancuk.
Kajian kata يَسْتَنكِحَهَا ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 bentuk sedang/akan : kata يَسْتَنكِحَهَا merupakan bentuk kata kerja yang sedang atau akan terjadi.

2 diikuti kata ganti kepemilikan : kata يَسْتَنكِحَهَا ini memiliki kata ganti kepemilikan yang ditandai oleh adanya imbuan ( هَا ) .

3 kata kerja bentuk sedang atau akan terjadi : kata يَسْتَنكِحَهَا merupakan bentuk kata kerja yang menerangkan pekerjaan yang sedang terjadi atau akan dilakukan pada masa mendatang.

4 subyek pelaku : kata kerja يَسْتَنكِحَهَا ini subyeknya adalah orang ketiga laki-laki tunggal (dia). Hal ini dicirikan dengan adanya huruf ya yang diberi harakat fatchah diawal kata ( يَ ).

تَنكِحُوٓا۟تَنكِحُوهُنَّتَنكِحُوا۟تَنكِحَأُنكِحَكَ
نَكَحْتُمُنَكَحَفَٱنكِحُوهُنَّفَٱنكِحُوا۟تُنكِحُوا۟
يَنكِحُيَنكِحَيَسْتَنكِحَهَاوَأَنكِحُوا۟نِكَاحًا
ٱلنِّكَاحِٱلنِّكَاحَيَنكِحْنَيَنكِحُهَآ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَٰتَيْنِ
mengatakan sesungguhnya aku berkehendak untuk dinikahkan kepada kamu salah satu kedua anak perempuanku ini
Al-Qashash:27أُنكِحَكَ
حَتَّىٰ تَنكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُۥ
sehingga menikah suami lainnya
Al-Baqarah:230تَنكِحَ
وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ
dan jangan menikahi wanita-wanita musyrik sehingga sungguh akan mengimani
Al-Baqarah:221تَنكِحُوا۟
وَلَا تَنكِحُوا۟ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مَا
dan janganlah menikahi apa (ia [lk]) mengawini bapak-bapak kalian[lk] apa/masa
An-Nisa:22
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا جَآءَكُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتُ مُهَٰجِرَٰتٍ وَءَاتُوهُم مَّآ أَنفَقُوا۟ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ
wahai orang-orang yang (mereka) beriman apabila datang kepada kalian orang perempuan beriman orang yang berhijrah dan berikanlah mereka apa-apa yang mereka belanjakan dan tidak dosa-dosa atas kalian bahwa (kalian[lk]) menikahi dengan mereka[pr]
Al-Mumtahinah:10تَنكِحُوهُنَّ
وَتَرْغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلْوِلْدَٰنِ
dan suka/ingin akan (kalian[lk]) menikahi dengan mereka[pr] dan yang lemah-lemah dari anak-anak
An-Nisa:127
إِنَىٰهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَٱدْخُلُوا۟ فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَٱنتَشِرُوا۟ وَلَآ أَن تَنكِحُوٓا۟ أَزْوَٰجَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦٓ أَبَدًا
waktu/ketika dia akan tetapi apabila diundang/diseru maka masuklah maka apabila (kalian) makan maka bertebaranlah/keluarlah dan tidak bahwa menikahi istri-istrinya dari sesudahnya selama-lamanya
Al-Ahzab:53تَنكِحُوٓا۟
وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟
dan jangan dinikahi orang-orang yang mempersekutukan sehingga menjadi mempercayai
Al-Baqarah:221تُنكِحُوا۟
فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ
maka nikahilah apa baik/senangi bagimu dari isteri-isteri
An-Nisa:3فَٱنكِحُوا۟
فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ
maka nikahilah mereka dengan seizin ahli/tuan mereka[pr] dan berilah mereka[pr] maskawin mereka[pr] dengan/menurut yang patut
An-Nisa:25فَٱنكِحُوهُنَّ
وَلَا تَنكِحُوا۟ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مَا
dan janganlah menikahi apa (ia [lk]) mengawini bapak-bapak kalian[lk] apa/masa
An-Nisa:22نَكَحَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نَكَحْتُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ
wahai orang-orang yang (mereka) beriman apabila (ia) mengawini mereka(pr) perempuan-perempuan yang beriman
Al-Ahzab:49نَكَحْتُمُ
وَلْيَسْتَعْفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا
maka hendaklah menjaga kehormatan orang-orang yang (mereka) tidak mendapatkannya pernikahan
An-Nuur:33نِكَاحًا
وَٱلْقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا
azas-azas/yang tua dari isteri-isteri yang tidak mengharapkan pernikahan
An-Nuur:60
وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ
dan (kalian[lk]) nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang saleh dari hamba-hamba kalian dan budak-budak perempuan kalian
An-Nuur:32وَأَنكِحُوا۟
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَٰجَكَ ٱلَّٰتِىٓ ءَاتَيْتَ أُجُورَهُنَّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
wahai nabi sesungguhnya (kami) (kami) telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang (kamu) mendatangkan maskawin mereka[pr] bahwa memohon mengawininya[pr] (sesuatu/ia[pr]) yang suci bagimu dari selain orang-orang yang beriman
Al-Ahzab:50يَسْتَنكِحَهَا
أَن يَنكِحَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ
sesungguhnya menikah wanita-wanita yang merdeka perempuan-perempuan yang beriman
An-Nisa:25يَنكِحَ
ٱلزَّانِى لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً
laki-laki yang berzina tidak akan menikahi melainkan (ia[pr]) yang menzina (mereka) mengetahui (ia[pr]) yang musyrik
An-Nuur:3يَنكِحُ
وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ
dan pezina tidak akan mengawininya[pr] melainkan (ia[lk]) berzina (mereka) mengetahui (ia[lk]) yang berusaha untuk menyekutukan
An-Nuur:3يَنكِحُهَآ
فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَٰجَهُنَّ
maka jangan (kalian[lk]) menghalangi mereka[pr] bahwa menikah (bakal) suami-suami mereka
Al-Baqarah:232يَنكِحْنَ
وَٱبْتَلُوا۟ ٱلْيَتَٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُوا۟ ٱلنِّكَاحَ
dan periksa/ujilah anak-anak yatim sehingga jika (mereka) sampai/cukup umur nikah/kawin
An-Nisa:6ٱلنِّكَاحَ
أَوْ يَعْفُوَا۟ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ عُقْدَةُ ٱلنِّكَاحِ
(mereka) mengetahui dimaafkan yang dengan tangannya ikatan nikah
Al-Baqarah:237ٱلنِّكَاحِ
وَلَا تَعْزِمُوا۟ عُقْدَةَ ٱلنِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْكِتَٰبُ أَجَلَهُۥ
dan jangan bertetap hati berakad / berikatan nikah sehingga sampai kitab waktunya
Al-Baqarah:235
وَلَا تَعْزِمُوا۟ عُقْدَةَ ٱلنِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْكِتَٰبُ أَجَلَهُۥ
dan jangan bertetap hati berakad / berikatan nikah sehingga sampai kitab waktunya
Al-Baqarah:235