<<<==ayat berikutnya

Al-Ahzab ayat ke 25

ayat sebelumnya ===>>

وَرَدَّ الـلَّـهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا۟ خَيْرًا وَكَفَى الـلَّـهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلْقِتَالَ وَكَانَ الـلَّـهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly

Silahkan kunjungi

"http://www.tafsirqu.com"


Kajian kata

بِغَيْظِهِمْ pada surat Al-Ahzab ayat ke 25

Bacaan dalam tulisan arab latin bighaydhihim
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata بِغَيْظِهِمْ dengan kemarahan/kejengkelan mereka
Jumlah pemakaian kata بِغَيْظِهِمْ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata بِغَيْظِهِمْ tersusun dari kata dasar dengan suku kata غ ي ظ
huruf pertama k1=غ , huruf kedua k2=ي, dan huruf ketiga k3=ظ
Makna dari kata dasar غ ي ظ :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kegusaran, kekerasan, kegemaran, kegilaan, kemurkaan, kebencian, dendam, marah, berang, keberangan, amarah, murka, kedongkolan, kegemasan, sakit hati, ejekan, umpat, umpatan, godaan, kekesalan, kedengkian, dengki, iri hati, iri, hasad, kejengkelan, perasaan tersinggung, kesebalan, kedendaman, resah, gusar, pengamukan, keinginan besar, kegilaan sementara

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna mengamuk, membabi buta, bercabul, menggalak, menggelora, bersimaharajalela, rewel, mengukir, memahat, menjengkelkan, mengauskan, mengesalkan, menyinggung, melukai hati, menyinggung perasaan, dongkol, jengkel, melukai, menggarut, kesal, melucuti, melecetkan, menggosok supaya hangat, memarahkan, mengumpat, mengejek, membakar hati, menggoda, menimbulkan minat ingin tahu, merasa kuatir, cerewet, marah-marah, berkobar-kobaran

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar غ ي ظ dalam AlQuran 11 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 8 kali, dipakai kata kerja sebanyak 3 kali

Kajian kata : 1 بِغَيْظِهِمْ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata بِغَيْظِهِمْ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. imbuan : kata بِغَيْظِهِمْ ini memiliki imbuan bi ( بِ ). imbuan bi ( بِ ) ini dapat berarti dengan, untuk, agar, kepada, merupakan. imbuan bi ( بِ ) ini jika diikuti kata yang memiliki kata dasar yang bisa ditasrifkan maka akan mengakibatkan konsonan_k3 berupa kasrah (i) jika bi ( بِ ) ini tidak akan memiliki pengaruh jika diikuti oleh kata tergolong dalam kata harf. imbuan bi ( بِ ) ini hanya dipakai untuk kata benda dan harf saja.

3. kata benda abstrak : kata بِغَيْظِهِمْ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

4. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata بِغَيْظِهِمْ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

5. diikuti kata ganti kepemilikan mereka laki-laki : kata بِغَيْظِهِمْ ini memiliki kata ganti kepemilikan mereka(mereka laki-laki). kata ganti kepemilikan ini dicirikan dengan adanya imbuan him ( هِم ) pada akhir katanya

Pemakaian kata dasar غ ي ظ pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

لَغَآئِظُونَغَيْظَتَغَيُّظًابِغَيْظِهِمْبِغَيْظِكُمْ
ٱلْغَيْظِٱلْغَيْظَيَغِيظُلِيَغِيظَ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

قُلْ مُوتُوا۟ بِغَيْظِكُمْ إِنَّ الـلَّـهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
katakanlah dibunuh (oleh mereka) dengan kemarahan kalian sesungguhnya Allah sangat mengetahui dengan yang mempunyai dada/hati
Ali-Imran:119بِغَيْظِكُمْ
وَرَدَّ الـلَّـهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا۟ خَيْرًا
dan menolak/menghalau Allah orang-orang yang (mereka) mengingkari dengan kemarahan/kejengkelan mereka tidak memperoleh kebaikan
Al-Ahzab:25بِغَيْظِهِمْ
إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ سَمِعُوا۟ لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا
apabila (ia) melihat mereka dari tempat yang jauh (mereka) mendengar padanya kemarahan dan teriakan/suara bernyala-nyala
Al-Furqon:12تَغَيُّظًا
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ
dan dihilangkan kemarahan/kebencian hati mereka
At-Taubah:15غَيْظَ
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ
dan sesungguhnya mereka bagi kami benar-benar orang-orang yang marah
Asy-Syu'araa':55لَغَآئِظُونَ
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ الـلَّـهِ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ
muhammad rasul/utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia sangat keras atas/terhadap orang-orang kafir maka ia tegak atas/terhadap batangnya menjadikan akan menakjubkan penanam-penanam karena hendak menjengkelkan dengan mereka orang-orang kafir
Al-Fath:29لِيَغِيظَ
ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ
kemudian hendaklah melalui maka hendaklah memperhatikan apakah sungguh menyebakan akan menghilangkan tipu dayanya apa yang menjengkelkan
Al-Hajj:15يَغِيظُ
وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ
dan tidak menginjak suatu tempat menginjak menjengkelkan orang-orang kafir dan tidak mendapat dari musuh
At-Taubah:120
وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ
dan orang-orang yang menahan kemarahan/kebencian dan orang-orang yang memaafkan dari manusia/orang lain
Ali-Imran:134ٱلْغَيْظَ
وَإِذَا خَلَوْا۟ عَضُّوا۟ عَلَيْكُمُ ٱلْأَنَامِلَ مِنَ ٱلْغَيْظِ
dan apabila mereka menyendiri menggigit atas kalian jari-jari dari kemarahan/kebencian
Ali-Imran:119ٱلْغَيْظِ
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ
semakin mendekat (ia) supaya menjadi terpecah belah (ia[pr]) yang satu/sekali kemarahan/kebencian
Al-Mulk:8
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ
semakin mendekat (ia) supaya menjadi terpecah belah (ia[pr]) yang satu/sekali kemarahan/kebencian
Al-Mulk:8