<<<==ayat berikutnya

An-Nahl ayat ke 127

ayat sebelumnya ===>>

وَٱصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِالـلَّـهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly


Kajian kata

ضَيْقٍ pada surat An-Nahl ayat ke 127

Bacaan dalam tulisan arab latin dzayqin
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata ضَيْقٍ kesempitan
Jumlah pemakaian kata ضَيْقٍ dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 kali
Kata ضَيْقٍ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ض ي ق
huruf pertama k1=ض , huruf kedua k2=ي, dan huruf ketiga k3=ق
Makna dari kata dasar ض ي ق :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna rapi, erat, rapat, padat, singsat, kencang, sempit, kuat, tegang, regang, sulit, keras, jegang, sukar, cekak, mabuk, kikir, bakhil, kekar, penuh sesak, senak, ketang, serat, sesak padat, mampat, kuat-kuat, sesak, ciut, kecil, tipis, sedikit, terbatas, picik, terkurung, seksama, cupat, cupet, genting, kincup, kiat, yg menderita kejang, yg sukar dibaca, tepat, sempurna, teliti, streng, saksama, dekat, hampir, damping, akrab, tertutup, melekat, pengap, tersembunyi, ketel, bungkam, rahasia, lokek, rodong, tdk segar, panas sekali, kerap, tersendiri, terpisah, lekat-lekat, kepil, sanding, secara singkat

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna menyempit, memperkecil, menyipit, membatasi, memperketat, memperpicik, memperciut, dekat, rapat, erat, akrab, ketat, tertutup

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ض ي ق dalam AlQuran 13 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 5 kali, dipakai kata kerja sebanyak 8 kali

Kajian kata : 2 ضَيْقٍ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata ضَيْقٍ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. gender laki-laki : kata ضَيْقٍ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki

3. kata dengan jumlah tunggal : untuk kata ضَيْقٍ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki.

4. kata benda abstrak : kata ضَيْقٍ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

5. kata benda berakhiran tanwin (n) : kata ضَيْقٍ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran dengan tanwin ini dapat memiliki akhiran an,in atau un. untuk kata ini akhirannya adalah in. bentuk akhiran (apakah an,in atau un) ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran ini ditujukan untuk menujuk kata benda tunggal sembarang atau yang mana saja.tetapi dapat juga digunakan untuk menerangkan suatu kata benda jamak yang tidak beraturan. hal ini tergantung pada kata yang digunakan

6. majrur : kata ضَيْقٍ yang berupa kata benda ini memiliki konsonan_k3 yang menggunakan kasrah atau menggunakan îna (untuk jamak) hal ini disebabkan karena kata ضَيْقٍ ini diawali dengan kata فِي .

Pemakaian kata dasar ض ي ق pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

وَضَاقَلِتُضَيِّقُوا۟ضَيْقٍضَيِّقًاضَاقَتْ
يَضِيقُوَيَضِيقُوَضَآئِقٌۢوَضَاقَتْ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ
sehingga apabila (ia[pr]) merasa sempit (kk lampau) atas mereka bumi dengan apa/padahal (ia) meluas dan (ia) merasa sempit atas mereka diri-diri mereka[lk]
At-Taubah:118ضَاقَتْ
وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا
dan barang siapa dikehendakilah bahwa disesatkannya (ia[lk]) menjadikan dadanya kesempitan kesukaran/kesempitan
Al-An'aam:125ضَيِّقًا
وَإِذَآ أُلْقُوا۟ مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا
dan apabila (kalian) lemparkanlah dari padanya/didalamnya tempat/kedudukan kesempitan
Al-Furqon:13
وَلَا تَكُن فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ
dan jangan kamu adalah (kalian) bertasbih kesempitan dari apa membuat tipu dayakan
An-Naml:70ضَيْقٍ
وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ
dan jangan berduka cita atas mereka dan jangan adalah (kalian) bertasbih kesempitan dari apa membuat tipu dayakan
An-Nahl:127
وَلَا تُضَآرُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا۟ عَلَيْهِنَّ
dan jangan disusahkan mereka[pr] untuk disempitkan (oleh kalian[lk]) atas mereka[pr]
Ath-Thalaaq:6لِتُضَيِّقُوا۟
وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ
dan (ia) merasa sempit dengan mereka dada dan (mereka berdua) mengucapkan ini[tg.lk] hari samat sulit
Huud:77وَضَاقَ
وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا۟ لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ
dan (ia) merasa sempit dengan mereka dada dan (mereka) berkata jangan takut dan jangan berduka cita
Al-Ankabuut:33
حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ
sehingga apabila (ia[pr]) merasa sempit (kk lampau) atas mereka bumi dengan apa/padahal (ia) meluas dan (ia) merasa sempit atas mereka diri-diri mereka[lk]
At-Taubah:118وَضَاقَتْ
وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ
dan (ia) merasa sempit atas kalian bumi dengan apa (ia) meluas
At-Taubah:25
وَضَآئِقٌۢ بِهِۦ صَدْرُكَ أَن يَقُولُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ كَنزٌ
dan kesempitan dengannya/karenanya dadamu bahwa mengatakan mengapa tidak diturunkan atasnya harta simpanan
Huud:12وَضَآئِقٌۢ
وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَٰرُونَ
dan menjadi sangat sempit dadaku dan tidak akhirnya dapat menjalankan lisan maka (kamu[lk]) utuslah kepada Harun
Asy-Syu'araa':13وَيَضِيقُ
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
dan sesungguhnya mengetahui bahwasanya kamu menjadi merasa sempit/sesak dadamu dengan apa/sebab mengatakan
Al-Hijr:97يَضِيقُ
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
dan sesungguhnya mengetahui bahwasanya kamu menjadi merasa sempit/sesak dadamu dengan apa/sebab mengatakan
Al-Hijr:97