<<<==ayat berikutnya

Ibrahim ayat ke 21

ayat sebelumnya ===>>


وَبَرَزُوا۟ لِـلَّـهِ جَمِيعًا فَقَالَ ٱلضُّعَفَٰٓؤُا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ الـلَّـهِ مِن شَىْءٍ قَالُوا۟ لَوْ هَدَىٰنَا الـلَّـهُ لَهَدَيْنَٰكُمْ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ

Kajian kata

أَجَزِعْنَآ pada surat Ibrahim ayat ke 21

Bacaan dalam tulisan arab latin ajazi'nâ
Jenis kata kata kerja aktif bentuk lampau
Arti kata أَجَزِعْنَآ apakah (kami) mengeluh (kt tanya)
Jumlah pemakaian kata أَجَزِعْنَآ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata أَجَزِعْنَآ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ج ز ع
huruf pertama k1=ج , huruf kedua k2=ز, dan huruf ketiga k3=ع
Makna dari kata dasar ج ز ع :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna keranjingan, kegila-gilaan, kesedihan, kemurungan, keputusasaan, kepatahan, kepatahan semangat, kepatahan hati, kegelisahan, keinginan, waswas, kemasygulan, kemasgulan, tdk sabar, cemas, tertib, yg kuatir, yg berhasrat, putus asa, sangat sedih, remuk hati, gundah gulana, gandum, butir, biji, urat, kemauan, buku, derai, kembang kayu, kehendak, bukur, ira, biji padi-padian, padi-padian, barik-barik, pembuluh darah, nada, lapisan, urat darah halus, bakat, keadaan pikiran, perangai, penderita, orang sakit, sabar, telaten, panjang usus

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna menggila, mempergilakan, menjadi gila, menggilakan, lewat, mengabaikan, mendiamkan, memperdiarkan, membelakangkan, melampaui, lalu, memaafkan, memperdiamkan

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ج ز ع dalam AlQuran 2 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 1 kali, dipakai kata kerja sebanyak 1 kali
Pola dasar ج ز ع Dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata kerja saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata benda

Kajian kata أَجَزِعْنَآ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata kerja : kata أَجَزِعْنَآ merupakan bentuk kata kerja.

dalam bahasa arab kata kerja dibedakan bentuk lampau, bentuk sedang atau akan terjadi dan bentuk perintah. jadi kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung dari waktu kejadiannya.

selain itu dalam bahasa arab kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung juga pada pelakunya

2. mengandung kata tanya : kata أَجَزِعْنَآ ini juga mengandung kata tanya.kata tanya ini ditandai dengan adanya imbuan a أَ pada awal katanya.

3. kata kerja bentuk lampau : kata أَجَزِعْنَآ merupakan bentuk kata kerja yang menerangkan pekerjaan yang telah terjadi atau telah dilakukan pada masa lampau, dan sekarang sudah tidak dilakukan lagi.

4. kata kerja aktif : kata أَجَزِعْنَآ ini tergolong kata kerja aktif, artinya subyeknya melakukan pekerjaan

5. subyek pelaku : kata أَجَزِعْنَآ ini merupakan jenis kata kerja yang memiliki subyek kami. kata kami terkadang digunakan pula untuk menerangkan kata pertama tunggal (aku) yang diungkapkan dalam bahasa halus.

Pemakaian kata dasar ج ز ع pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا Al-Ma'arij 20

 

أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ Ibrahim 21