<<<==ayat berikutnya

Al-Baqarah ayat ke 178

ayat sebelumnya ===>>


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kajian kata

ٱلْحُرُّ pada surat Al-Baqarah ayat ke 178

Bacaan dalam tulisan arab latin alchurru
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata ٱلْحُرُّ orang-orang merdeka
Jumlah pemakaian kata ٱلْحُرُّ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata ٱلْحُرُّ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ح ر ر
huruf pertama k1=ح , huruf kedua k2=ر, dan huruf ketiga k3=ر
Makna dari kata dasar ح ر ر :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna bebas, merdeka, luang, kosong, lega, lapang, lepas, leluasa, terluang, los, lancang, prodeo, perdeo, khali, prei, perai, perei, cuma-cuma, dgn gratis, dgn bebas, terus terang, longgar, kendur, goyah, goyang, gembur, kendor, lembek, salah, loloh, cabul, keji, curai, cahar, galir, lenyai, ruak, ruat, tdk tepat, hina, kersai, lebuk, tdk cocok, semi, gual-gail, pelepasan, terbuka, terang-terangan, buka, celik, berlubang, kekar, berlubang-lubang, luaran, independen, berdikari, sendiri, berdaulat, yg tdk bergantung kpd, yg dpt berdiri sendiri, bernyawa bebas, orang yg tdk berpartai, secara bebas, dgn panjang lebar, seluruhnya, dgn berkuasa penuh, sukarela, sengaja, fakultatif, kerja sukarela, panas, kepanasan, tekanan, bara, kemarahan, babak, perasaan yg meluap, bagian dr balapan, masa kelamin, warga kehormatan, warganegara bebas

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna membebaskan, melepaskan, memerdekakan, melupuntukan, meloskan, memperlepas, memperlepaskan, menguraikan, mengampuni dosa, membuka, buka, mementang, mengembangkan, membentangkan, membeberkan, dibuka, membukakan, mengembang, membongkar, mulai bekerja, mengadakan, memperkembangkan, membeber, memanaskan, menghangatkan, memanasi, panaskan, menjadi panas, mendiang, berdiang, memijarkan, memijar, memperhangat

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ح ر ر dalam AlQuran 15 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 11 kali

Kajian kata ٱلْحُرُّ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata ٱلْحُرُّ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. memiliki kata sandang al : kata sandang al ( اَل ). yang melekat pada kata benda ٱلْحُرُّ ini memberikan arti bahwa kata benda yang ditunjuk telah jelas, atau paling tidak bahwa kata benda ini pernah dibahas atau diketahui dengan jelas. awalan al ( اَل ) ini dalam bahasa inggris adalah kata sandang the. setiap kata yang menggunakan kata sandang al ( اَل ) tidak pernah memiliki akhiran dengan tanwin.

3. kata benda abstrak : kata ٱلْحُرُّ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

4. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata ٱلْحُرُّ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah u (dhammah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran u (dhammah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran dhammah.

Pemakaian kata dasar ح ر ر pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

مُّسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةً An-Nisa 92

 

وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا Al-Insaan 12

 

أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ Al-Maidah 89

 

مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي Ali-Imran 35

 

فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ An-Nisa 92
وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَئًا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ An-Nisa 92
قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِّن قَبْلِ Al-Mujaadilah 3

 

مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ Al-Hajj 23
مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ Faathir 33

 

قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَّوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ At-Taubah 81

 

الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأُنثَى بِالأُنثَى Al-Baqarah 178

 

الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأُنثَى بِالأُنثَى Al-Baqarah 178

 

وَلاَ الظِّلُّ وَلاَ الْحَرُورُ Faathir 21

 

وَقَالُواْ لاَ تَنفِرُواْ فِي الْحَرِّ At-Taubah 81

 

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ An-Nahl 81