<<<==ayat berikutnya

Arraad ayat ke 8

ayat sebelumnya ===>>

الـلَّـهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly


Kajian kata

تَغِيضُ pada surat Arraad ayat ke 8

Bacaan dalam tulisan arab latin taghîdhu
Jenis kata kata kerja aktif bentuk sedang atau akan terjadi
Arti kata تَغِيضُ kurang sempurna
Jumlah pemakaian kata تَغِيضُ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata تَغِيضُ tersusun dari kata dasar dengan suku kata غ ي ض
huruf pertama k1=غ , huruf kedua k2=ي, dan huruf ketiga k3=ض
Makna dari kata dasar غ ي ض :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kecil, dikit, picik, ketek, tipis, ramping, langsing, lampai, ringan, enteng, agak kurus, tdk penting, pelalaian, sikap yg meremehkan, sikap kurang sopan, sikap tak hormat

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna mengabaikan, melalaikan, menganggap sepi

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar غ ي ض dalam AlQuran 2 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 1 kali, dipakai kata kerja sebanyak 1 kali
Pola dasar غ ي ض Dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata kerja saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata benda

Kajian kata : 0 تَغِيضُ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata kerja : kata تَغِيضُ merupakan bentuk kata kerja.

dalam bahasa arab kata kerja dibedakan bentuk lampau, bentuk sedang atau akan terjadi dan bentuk perintah. jadi kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung dari waktu kejadiannya.

selain itu dalam bahasa arab kata kerja ini bentuk dan formatnya tergantung juga pada pelakunya

2. bentuk sedang/akan : kata تَغِيضُ merupakan bentuk kata kerja yang sedang atau akan terjadi.

3. kata kerja aktif : kata تَغِيضُ ini tergolong dalam kata kerja aktif,artinya subyeknya melakukan pekerjaan

4. subyek pelaku : kata kerja تَغِيضُ ini subyek pelakunya adalah seorang perempuan.

5. marfu : kata تَغِيضُ ini dipengaruhi kata sebelumnya.yaitu kata وَمَا , sehingga konsonan_k3 dari kata تَغِيضُ ini memiliki konsonan_3 berupa berupa dhomah ( ُ_ ) untuk tunggal dan berupa ûna ( ونَ ) untuk jamak

Pemakaian kata dasar غ ي ض pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

لَغَآئِظُونَغَيْظَتَغَيُّظًابِغَيْظِهِمْبِغَيْظِكُمْ
ٱلْغَيْظِٱلْغَيْظَيَغِيظُلِيَغِيظَ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

قُلْ مُوتُوا۟ بِغَيْظِكُمْ إِنَّ الـلَّـهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
katakanlah dibunuh (oleh mereka) dengan kemarahan kalian sesungguhnya Allah sangat mengetahui dengan yang mempunyai dada/hati
Ali-Imran:119بِغَيْظِكُمْ
وَرَدَّ الـلَّـهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا۟ خَيْرًا
dan menolak/menghalau Allah orang-orang yang (mereka) mengingkari dengan kemarahan/kejengkelan mereka tidak memperoleh kebaikan
Al-Ahzab:25بِغَيْظِهِمْ
إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ سَمِعُوا۟ لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا
apabila (ia) melihat mereka dari tempat yang jauh (mereka) mendengar padanya kemarahan dan teriakan/suara bernyala-nyala
Al-Furqon:12تَغَيُّظًا
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ
dan dihilangkan kemarahan/kebencian hati mereka
At-Taubah:15غَيْظَ
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ
dan sesungguhnya mereka bagi kami benar-benar orang-orang yang marah
Asy-Syu'araa':55لَغَآئِظُونَ
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ الـلَّـهِ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ
muhammad rasul/utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia sangat keras atas/terhadap orang-orang kafir maka ia tegak atas/terhadap batangnya menjadikan akan menakjubkan penanam-penanam karena hendak menjengkelkan dengan mereka orang-orang kafir
Al-Fath:29لِيَغِيظَ
ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ
kemudian hendaklah melalui maka hendaklah memperhatikan apakah sungguh menyebakan akan menghilangkan tipu dayanya apa yang menjengkelkan
Al-Hajj:15يَغِيظُ
وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ
dan tidak menginjak suatu tempat menginjak menjengkelkan orang-orang kafir dan tidak mendapat dari musuh
At-Taubah:120
وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ
dan orang-orang yang menahan kemarahan/kebencian dan orang-orang yang memaafkan dari manusia/orang lain
Ali-Imran:134ٱلْغَيْظَ
وَإِذَا خَلَوْا۟ عَضُّوا۟ عَلَيْكُمُ ٱلْأَنَامِلَ مِنَ ٱلْغَيْظِ
dan apabila mereka menyendiri menggigit atas kalian jari-jari dari kemarahan/kebencian
Ali-Imran:119ٱلْغَيْظِ
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ
semakin mendekat (ia) supaya menjadi terpecah belah (ia[pr]) yang satu/sekali kemarahan/kebencian
Al-Mulk:8
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ
semakin mendekat (ia) supaya menjadi terpecah belah (ia[pr]) yang satu/sekali kemarahan/kebencian
Al-Mulk:8