<<<==ayat berikutnya

Arraad ayat ke 5

ayat sebelumnya ===>>

وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly

Kami sangat berterima kasih jika bapak/ibu/sdr/i muslimin/muslimat sekalian berkenan mengunjungi

http://www.tafsirqu.com


Kajian kata

ٱلْأَغْلَٰلُ pada surat Arraad ayat ke 5

Bacaan dalam tulisan arab latin al-aghlâlu
Jenis kata kata benda atau sifat
Arti kata ٱلْأَغْلَٰلُ belenggu-belenggu
Jumlah pemakaian kata ٱلْأَغْلَٰلُ dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 kali
Kata ٱلْأَغْلَٰلُ tersusun dari kata dasar dengan suku kata غ ل ل
huruf pertama k1=غ , huruf kedua k2=ل, dan huruf ketiga k3=ل
Makna dari kata dasar غلل :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna hasil, panenan, belenggu, kongkong, kungkung, alat penyangga, manset, pukulan, orang kikir yg tua, laki-laki yg tua sekali, borgol, rantai, penghalang, rantai kaki, kekang-kekang, kedengkian, maksud jahat, penjahatan, kebusukan hati, kekesalan, kejengkelan, perasaan tersinggung, kain pike, bisa ular, kebencian, kesengitan, kecemburuan, rasa cemburu, cemburuan, keirian, perasaan iri hati, perasaan dengki

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna menghasilkan, menyebabkan, menyerah, memberi, mengizinkan, mengalah, meluluskan, membelenggu, mengungkung, mengongkong, mengganggu, menyatukan, memukul, memukul-mukul, memukulkan, memukul kepala, mengikat, menyinggung, melukai hati, menyinggung perasaan, menjengkelkan, menimbulkan minat ingin tahu

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar غ ل ل dalam AlQuran 16 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 13 kali, dipakai kata kerja sebanyak 3 kali

Kajian kata : 1 ٱلْأَغْلَٰلُ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata ٱلْأَغْلَٰلُ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. subyek : kata ٱلْأَغْلَٰلُ ini berposisi sebagai subyek

3. jamak tidak teratur : kata ٱلْأَغْلَٰلُ ini merupakan bentuk jamak tidak teratur, artinya jamak yang tidak ditandai dengan tanda-tanda jamak seperti ûna ( ونَ ), îna ( ينَ ), âti ( اتِ ) ,âtu ( اتُ ). dalam pemakaian jamak tidak teratur seperti ini mengunakan bentuk perempuan baik untuk kata kerjanya atau kata sifatnya.

4. memiliki kata sandang al : kata sandang al ( اَل ). yang melekat pada kata benda ٱلْأَغْلَٰلُ ini memberikan arti bahwa kata benda yang ditunjuk telah jelas, atau paling tidak bahwa kata benda ini pernah dibahas atau diketahui dengan jelas. awalan al ( اَل ) ini dalam bahasa inggris adalah kata sandang the. setiap kata yang menggunakan kata sandang al ( اَل ) tidak pernah memiliki akhiran dengan tanwin.

5. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata ٱلْأَغْلَٰلُ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah u (dhammah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran u (dhammah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran dhammah.

6. kata benda atau menerangkan kata sifat : kata ٱلْأَغْلَٰلُ ini memiliki konsonan k2 panjang yang dapat digunakan sebagai kata benda atau digunakan sebagai kata sifat.

Pemakaian kata dasar غ ل ل pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

غِلٍّغِلًّاغُلَّتْغَلَّأَغْلَٰلًا
وَٱلْأَغْلَٰلَوَأَغْلَٰلًامَغْلُولَةٌمَغْلُولَةًفَغُلُّوهُ
ٱلْأَغْلَٰلُٱلْأَغْلَٰلَيَغْلُلْيَغُلَّ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا
sesungguhnya (kami) (kami) jadikan pada, di, dalam leher-leher mereka belenggu
YaaSiin:8أَغْلَٰلًا
وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ
dan barang siapa mengkhianati (ia[pr]) mendatangkan / mengumpulkan (kk lampu) dengan apa yang dikhianatinya pada hari kiamat-kiamat
Ali-Imran:161غَلَّ
غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا۟ بِمَا قَالُوا۟
dibelenggu tangan-tangan mereka dan dikutuk dengan/disebabkan apa berkata
Al-Maidah:64غُلَّتْ
وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟
dan tidak menjadikan pada, di, dalam hati kami kedengkian bagi orang-orang yang (mereka) beriman
Al-Hasyr:10غِلًّا
وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَٰنًا
dan (kami) mencabut apa pada, di, dalam dada mereka dari dendam/kedengkian penciptaan dalam persaudaraan
Al-Hijr:47غِلٍّ
وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
dan (kami) mencabut apa pada, di, dalam dada mereka dari dendam/kedengkian bahwa itulah(jamak) surga (kb pr) diwariskannya dengan apa (kalian) adalah melakukan
Al-A'raaf:43
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
peganglah ia/tangkaplah ia lalu belenggulah ia
Al-Haaqqah:30فَغُلُّوهُ
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ
dan jangan menjadikan tanganmu (ia[pr]) yang dibelenggu kepada lehermu
Al-Isra:29مَغْلُولَةً
وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ يَدُ الـلَّـهِ مَغْلُولَةٌ
dan (kamu) mengatakan orang-orang Yahudi tangan Allah yang dibelenggu
Al-Maidah:64مَغْلُولَةٌ
إِنَّآ أَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَا۟ وَأَغْلَٰلًا وَسَعِيرًا
sesungguhnya (kami) (kami) telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai-rantai dan belenggu-belenggu dan neraka yang menyala-nyala
Al-Insaan:4وَأَغْلَٰلًا
وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ
dan meletakkan / membuang dari mereka beban-beban mereka dan belenggu-belenggu yang (ia) adalah atas mereka
Al-A'raaf:157وَٱلْأَغْلَٰلَ
وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَغُلَّ
dan tidak dan (ia) adalah bagi seorang nabi bahwa menghianati
Ali-Imran:161يَغُلَّ
وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ
dan barang siapa mengkhianati (ia[pr]) mendatangkan / mengumpulkan (kk lampu) dengan apa yang dikhianatinya pada hari kiamat-kiamat
Ali-Imran:161يَغْلُلْ
وَجَعَلْنَا ٱلْأَغْلَٰلَ فِىٓ أَعْنَاقِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟
dan (kami) menjadikan belenggu-belenggu pada, di, dalam leher / tengkuk orang-orang yang (mereka) mengingkari
Saba':33ٱلْأَغْلَٰلَ
وَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ
dan mereka itu belenggu-belenggu pada, di, dalam leher-leher mereka dan mereka itu penghuni api/neraka
Arraad:5ٱلْأَغْلَٰلُ
إِذِ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ وَٱلسَّلَٰسِلُ يُسْحَبُونَ
ketika belenggu-belenggu pada, di, dalam leher-leher mereka dan rantai diseret
Ghafir:71
إِذِ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ وَٱلسَّلَٰسِلُ يُسْحَبُونَ
ketika belenggu-belenggu pada, di, dalam leher-leher mereka dan rantai diseret
Ghafir:71