<<<==ayat berikutnya

An-Nisa ayat ke 57

ayat sebelumnya ===>>

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly


Kajian kata

ظَلِيلًا pada surat An-Nisa ayat ke 57

Bacaan dalam tulisan arab latin dhalîlân
Jenis kata kata benda atau sifat
Arti kata ظَلِيلًا bukti/petunjuk
Jumlah pemakaian kata ظَلِيلًا dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 kali
Kata ظَلِيلًا tersusun dari kata dasar dengan suku kata ظ ل ل
huruf pertama k1=ظ , huruf kedua k2=ل, dan huruf ketiga k3=ل
Makna dari kata dasar ظ ل ل :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna tempat teduh, bayangan, layar, tirai, nuansa, corak, naung, payung, kerai, perbedaan, tingkat warna, jumlah sedikit

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna menaungi, melindungi, membayangi, hilang sedikit demi sedikit, membela, mempertahankan, mengeruhkan, menggelapkan, menetas, mengeramkan, menetaskan, mengeram, merencanakan, menggores

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ظ ل ل dalam AlQuran 33 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 26 kali, dipakai kata kerja sebanyak 7 kali

Kajian kata : 0 ظَلِيلًا ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata ظَلِيلًا termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. kata sifat untuk penekanan : kata ini memiliki bentuk kata penekanan dengan dicirikan adanya imbuan ân pada konsonan_k3

Pemakaian kata dasar ظ ل ل pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

ظُلَلٌظَلْتَظَلَّظَلِيلٍظَلِيلًا
ظِلَٰلُهَاظِلَٰلٍظِلَٰلًاظُلَّةٌظُلَلٍ
فَظَلُّوا۟فَظَلَّتْظِلٍّظِلًّاظِلَٰلُهُۥ
لَّظَلُّوا۟كَٱلظُّلَلِفَيَظْلَلْنَفَنَظَلُّفَظَلْتُمْ
ٱلظُّلَّةِوَظِلُّهَاوَظِلٍّوَظِلَٰلُهُموَظَلَّلْنَا
ٱلظِّلِّٱلظِّلُّٱلظِّلَّ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا
bagi mereka di dalamnya pasangan-pasangan (ia[pr]) yang sangat suci dan dimasukkan mereka tempat teduh/naungan bukti/petunjuk
An-Nisa:57ظَلِيلًا
لَّا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِى مِنَ ٱللَّهَبِ
tidak menaungi dan tidak dikayakan dari bara api
Al-Mursalaat:31ظَلِيلٍ
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
dan apabila diberi kabar gembira seseorang dari mereka dengan anak perempuan jadilah mukanya (ia[lk) yang hitam dan dia orang yang menahan (marah / kesedihan)
An-Nahl:58ظَلَّ
ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
jadilah mukanya (ia[lk) yang hitam dan dia orang yang menahan (marah / kesedihan)
Az-Zukhruf:17
وَٱنظُرْ إِلَىٰٓ إِلَٰهِكَ ٱلَّذِى ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ
dan lihatlah kepada tuhanmu yang (kamu[lk]) menaungi atasnya (ia[lk]) yang menekuni sungguh akan dibakarnya
Thaahaa:97ظَلْتَ
لَهُم مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ
bagi mereka dari atas mereka naungan/lapisan dari api dan dari bawah mereka[lk] naungan/lapisan
Az-Zumar:16ظُلَلٌ
لَهُم مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ
bagi mereka dari atas mereka naungan/lapisan dari api dan dari bawah mereka[lk] naungan/lapisan
Az-Zumar:16
فِى ظُلَلٍ مِّنَ ٱلْغَمَامِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ
(kalian) bertasbih naungan dari awan / kabut dan Malaikat
Al-Baqarah:210ظُلَلٍ
وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ
dan ketika (kami) menggoncangkan gunung di atas mereka seakan-akan naungan
Al-A'raaf:171ظُلَّةٌ
وَالـلَّـهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلًا
dan Allah (mereka berdua) menjadikan bagimu dari apa (ia) menciptakan naungan/tempat berteduh
An-Nahl:81ظِلَٰلًا
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى ظِلَٰلٍ وَعُيُونٍ
sesungguhnya orang-orang yang bertakwa (kalian) bertasbih naungan dan mata air
Al-Mursalaat:41ظِلَٰلٍ
هُمْ وَأَزْوَٰجُهُمْ فِى ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ
mereka dan isteri-isteri mereka (kalian) bertasbih tempat yang teduh atas/terhadap tempat duduk/pelamin (mereka) yang menyandarkan
YaaSiin:56
وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا
dan (ia[pr]) yang mendekat atas mereka naungannya dan sangat didekatkan/dimudahkan (dia[pr]) buah-buahnya sedekat-dekatnya/semudah-mudahnya
Al-Insaan:14ظِلَٰلُهَا
يَتَفَيَّؤُا۟ ظِلَٰلُهُۥ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدًا لِـلَّـهِ وَهُمْ دَٰخِرُونَ
menjadi membolak-balik bayangannya/naungannya dari sebelah kanan dan kiri sujud kepada Allah dan/sedang mereka orang-orang yang telah berendah diri
An-Nahl:48ظِلَٰلُهُۥ
لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا
bagi mereka di dalamnya pasangan-pasangan (ia[pr]) yang sangat suci dan dimasukkan mereka tempat teduh/naungan bukti/petunjuk
An-Nisa:57ظِلًّا
ٱنطَلِقُوٓا۟ إِلَىٰ ظِلٍّ ذِى ثَلَٰثِ شُعَبٍ
(kalian[lk]) kemudian pergilah (kt peritah) kepada naungan yang memiliki tiga cabang
Al-Mursalaat:30ظِلٍّ
فَظَلَّتْ أَعْنَٰقُهُمْ لَهَا خَٰضِعِينَ
maka (ia) senantiasa kuduk-kuduk mereka kepadanya (orang-orang/sesuatu) yang tunduk
Asy-Syu'araa':4فَظَلَّتْ
وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَظَلُّوا۟ فِيهِ يَعْرُجُونَ
dan seandainya (kami) membukakan atas mereka pintu-pintu dari langit maka terus kedalamnya menaiki
Al-Hijr:14فَظَلُّوا۟
لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَٰهُ حُطَٰمًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ
jika menghendaki niscaya (kami) menjadikannya hancur/kering maka (kalian) menjadi (mereka) menjadi tercengang
Al-Waqi'a:65فَظَلْتُمْ
قَالُوا۟ نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ
berkata akan menyembah berhala-berhala maka kami senantiasa kepadanya (mereka[lk]) yang tekun
Asy-Syu'araa':71فَنَظَلُّ
فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِۦٓ
maka jadilah terhenti atas/terhadap permukaan
Asy-Syuura:33فَيَظْلَلْنَ
وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوْجٌ كَٱلظُّلَلِ دَعَوُا۟ الـلَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ
dan apabila (ia) menimpa / menutup mereka gelombang seperti naungan/gunung (mereka) menyeru Allah (mereka) yang mengikhlaskan/memurnikan kepada-Nya ketaatan/agama
Luqman:32كَٱلظُّلَلِ
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَّظَلُّوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ يَكْفُرُونَ
dan sungguh jika (kami) telah mengutus angin maka (mereka) melihatnya yang menjadi kuning niscaya tetap dari sesudahnya/itu mengingkari
Ar-Ruum:51لَّظَلُّوا۟
وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْغَمَٰمَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ
dan (kami) naungi atas mereka awan / kabut dan (kami) telah menurunkan atas mereka manna / nikmat salwa (sebangsa burung puyuh)
Al-A'raaf:160وَظَلَّلْنَا
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْغَمَامَ
dan (kami) naungi atas kalian awan / kabut
Al-Baqarah:57
طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْاَصَالِ
ketaatan dan keterpaksaan dan bayang-bayang mereka diwaktu pagi dan petang
Arraad:15وَظِلَٰلُهُم
وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ
dan naungan (ia[lk]) yang dipanjangkan / diperbanyak
Al-Waqi'a:30وَظِلٍّ
وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ
dan naungan dari asap hitam
Al-Waqi'a:43
أُكُلُهَا دَآئِمٌ وَظِلُّهَا
buah-buahnya kekal dan naungannya
Arraad:35وَظِلُّهَا
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ
maka (mereka) mendustakannya maka (ia[lk]) akhirnya menimpakan mereka azab / siksa pada hari naungan/awan gelap
Asy-Syu'araa':189ٱلظُّلَّةِ
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ
tidakkah kamu memperhatikan/melihat kepada tuhanmu bagaimana menurut dia memanjangkan bayang-bayang
Al-Furqon:45ٱلظِّلَّ
وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلْحَرُورُ
dan tidak yang teduh dan tidak yang panas
Faathir:21ٱلظِّلُّ
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ
maka memberi minum terhadap keduanya kemudian (ia) benar-benar memalingkan kepada/ke tempat yang teduh
Al-Qashash:24ٱلظِّلِّ
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ
maka memberi minum terhadap keduanya kemudian (ia) benar-benar memalingkan kepada/ke tempat yang teduh
Al-Qashash:24