Hadits riyawat : ibnu-majah dengan nomor hadits : 3680
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِخْوَانُكُمْ جَعَلَهُمْ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ فَأَطْعِمُوهُمْ مِمَّا تَأْكُلُونَ وَأَلْبِسُوهُمْ مِمَّا تَلْبَسُونَ وَلَا تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ فَأَعِينُوهُمْ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :ولا
Arti kata walâ ( ولا ) | bukan |
Jumlah pemakaian kata وَلَا | 605 kali. Rinciannya ada disini |
Makna dari penggunaan kata harf لَا | Kata لَا ini dalam penggunaannya dapat digunakan untuk mengatakan hal yang berlawanan dari kata yang diterangkan atau dapat pula digunakan untuk menyatakan atau menyeru larangan terhadap sesuatu perbuatan atau tindakan |
Kajian kata وَلَا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kelompok harf : kata وَلَا ini masuk dalam kelompok kata sambung (penghubung) maupun kata depan. kata وَلَا ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa diikuti oleh kata lainnya. 2 imbuan : imbuan wa ( وَ ) yang ada pada kata ini dapat bermakna DAN, beserta, atau dapat pula bermakna demi. jika kata wa ( وَ ) ini diapit oleh dua buah kata benda, atau dua buah kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini bermakna DAN. adapun jika tidak diapit oleh dua buah kata benda,kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini bermakna demi. 3 kata depan bermakna bukan / tidak : kata لَا ini memiliki maka bukan atau tidak. hal ini ditandai dengan konsonan terakhirnya dari kata berikutnya yaitu الضَّآلِّينَ bisa berharakat dhomah (sebagai subyek) atau berharakat fathah (sebagai obyek) untuk bentuk tunggal berakhiran wau-nun untuk bentuk jamak. |