Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 2809
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ عَنْ جَرِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَا حَجَبَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَا رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي وَلَقَدْ شَكَوْتُ إِلَيْهِ إِنِّي لَا أَثْبُتُ عَلَى الْخَيْلِ فَضَرَبَ بِيَدِهِ فِي صَدْرِي وَقَالَ اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ وَاجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :ولا
Arti kata walâ ( ولا ) | bukan |
Jumlah pemakaian kata وَلَا | 605 kali. Rinciannya ada disini |
Kajian kata وَلَا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kelompok harf : kata وَلَا ini masuk dalam kelompok kata sambung (penghubung) maupun kata depan. kata وَلَا ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa diikuti oleh kata lainnya. 2 imbuan : imbuan wa ( وَ ) yang ada pada kata ini dapat ber bukan , beserta, atau dapat pula ber bukan demi. jika kata wa ( وَ ) ini diapit oleh dua buah kata benda, atau dua buah kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini ber bukan . adapun jika tidak diapit oleh dua buah kata benda,kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini ber bukan demi. 3 kata depan bermakna bukan / tidak : kata لَا ini memiliki maka bukan atau tidak. hal ini ditandai dengan konsonan terakhirnya dari kata berikutnya yaitu الضَّآلِّينَ bisa berharakat dhomah (sebagai subyek) atau berharakat fathah (sebagai obyek) untuk bentuk tunggal berakhiran wau-nun untuk bentuk jamak. |