Hadits riyawat : ahmad dengan nomor hadits : 17136
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ عَن إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَن عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِهَارًا غَيْرَ سِرٍّ يَقُولُ إِنَّ آلَ أَبِي فُلَانٍ لَيْسُوا لِي بِأَوْلِيَاءَ إِنَّمَا وَلِيِّيَ اللَّهُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :جهارا
Arti kata jihârân ( جهارا ) | terang-terangan |
Jumlah pemakaian kata جِهَارًا | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata جِهَارًا tersusun dari suku kata | ج-ه-ر Penggunaan kata dasar ج-ه-ر ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ج-ه-ر pada AlQuran | 16 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 11 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 5 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ج-ه-ر pada AlQuran | 11 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ج-ه-ر Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata intisari, teras, inti, sari, esens, pokok, permata, ratna, jauhar, sesuatu yg sangat berharga, pati, bagian tengah, biji, mata, efek, akibat, hasil, pengaruh, isi Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata mengeluarkan bagian yg keras, menyebabkan, mengakibatkan, menjalankan, mengadakan, membasmi, menyapu bersih, mendukung, memakukan, mencari, menjagoi |
Kajian kata جِهَارًا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 obyek : kata جِهَارًا ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 3 jamak tidak teratur : kata جِهَارًا ini merupakan bentuk jamak tidak teratur, terang-terangannya jamak yang tidak ditandai dengan tanda-tanda jamak seperti ûna ( ونَ ), îna ( ينَ ), âti ( اتِ ) ,âtu ( اتُ ). dalam pemakaian jamak tidak teratur seperti ini mengunakan bentuk perempuan baik untuk kata kerjanya atau kata sifatnya. 4 kata yang memiliki makna sangat : kata جِهَارًا ini memiliki makna sangat atau maha dicirikan dengan adanya huruf kasrah panjang atau huruf dhomah panjang yang ada pada konsonan ke 2 (k2). kata ini jika diawali dengan kata sandang al ( اَل ) sering (dalam terang-teranganan tidak selalu) digunakan untuk menerangkan sifat tuhan pencipta, pemelihara dan raja seluruh alam semesta. adapun jika tidak diawali dengan kata sandang al ( اَل ) maka hanya digunakan untuk menerangkan sifat dari yang ada di alam saja. 5 keterangan : kata جِهَارًا ini digunakan untuk menerangkan obyek sebelumnya yaitu دَعَوْتُهُمْ 6 kata sifat untuk penekanan : kata ini memiliki bentuk kata penekanan dengan dicirikan adanya imbuan ân pada konsonan_k3 |