Hadits riyawat : AbuDaud dengan nomor hadits : 984
حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ نَحْوَهُ قَالَا حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كِنَانَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي قَالَ أَرْسَلَنِي الْوَلِيدُ بْنُ عُتْبَةَ قَالَ عُثْمَانُ ابْنُ عُقْبَةَ وَكَانَ أَمِيرَ الْمَدِينَةِ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَسْأَلُهُ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الِاسْتِسْقَاءِ فَقَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَبَذِّلًا مُتَوَاضِعًا مُتَضَرِّعًا حَتَّى أَتَى الْمُصَلَّى زَادَ عُثْمَانُ فَرَقَى عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ اتَّفَقَا وَلَمْ يَخْطُبْ خُطَبَكُمْ هَذِهِ وَلَكِنْ لَمْ يَزَلْ فِي الدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ وَالتَّكْبِيرِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَمَا يُصَلِّي فِي الْعِيدِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَالْإِخْبَارُ لِلنُّفَيْلِيِّ وَالصَّوَابُ ابْنُ عُقْبَةَ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :الدعاء
Arti kata aldduxâ-i ( الدعاء ) | doa |
Jumlah pemakaian kata ٱلدُّعَآءِ | 2 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الدُّعَآءِ tersusun dari suku kata | د-ع-ا kata dasar د-ع-ا ini huruf hijaizah yang ketiga yaitu ا yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. Penggunaan kata dasar د-ع-ا ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata د-ع-ا pada AlQuran | 212 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 39 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 173 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar د-ع-ا pada AlQuran | 108 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar د-ع-ا Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata panggilan, sebutan, seruan, pinta, teguran, sapaan, pemerintah, pengerahan, tarikan, kiriman, pembatanlan, penghentian, kesepatan, persetujuan, pertangung jawaban Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata memanggil, menelepon, menyebut, menyerukan, meminta, singgah, berbicara, menyapa, menegur, menyampaikan pesan, mengetengahkan, memerintahkan, berteriak, mengerahkan, menarik kembali, menarik, mendapatkan, mendapat, memperoleh, dapat, mengambil, menyambut, datang, menerima, menyeru, menamai, memberi nama, menamakan, menyebuntukan, memberi isyarat, mengirimkan, membatalkan, menghentikan, memanggil kembali, berteriak, mengaku, mengakui, memasukkan, masih dapat, mengenal, membela, menjawab, bermohon, membuat alasan, bermaksud, berarti, setuju, sepakat, menyetujui, sependapat, sesuai, meyakinkan, menanggung, menjamin, mengomel, berkuak, mengeluh, mempertanggungkan, menyombongkan diri, membesarkan diri, menomori halaman, memanggil, mengundang, mengajak, mendatangkan, mempersilakan, berjuang, bertengkar, berkelahi, berlaga, bertinju, menyabung, bergumul, memperjuangkan, berusaha keras, berontak, merebuntukan, bekerja keras, mengusahakan, menuntut, memperusahakan, melawan, bertempur, bersaing, berpendapat, berbantah, bertanding, bergulat, menghadapi, mencoba memecahkan, memegang erat-erat, berebut, memanjat dgn susah payah, membuat dgn susah payah, membuat secara serampangan, mengaduk, berperang, memerangi, berlawan, berlawanan |
Kajian kata الدُّعَآءِ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang memakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الدُّعَآءِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah. |