Hadits riyawat : nasai dengan nomor hadits : 1610
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِيهِ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ يَعْلَى بْنَ مَمْلَكٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَأَلَ أُمَّ سَلَمَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يُصَلِّي الْعَتَمَةَ ثُمَّ يُسَبِّحُ ثُمَّ يُصَلِّي بَعْدَهَا مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْ اللَّيْلِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَرْقُدُ مِثْلَ مَا صَلَّى ثُمَّ يَسْتَيْقِظُ مِنْ نَوْمِهِ ذَلِكَ فَيُصَلِّي مِثْلَ مَا نَامَ وَصَلَاتُهُ تِلْكَ الْآخِرَةُ تَكُونُ إِلَى الصُّبْحِ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :الآخرة
Arti kata al-âkhiratu ( الآخرة ) | akhirat |
Jumlah pemakaian kata ٱلْاَخِرَةُ | 5 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الْاَخِرَةُ tersusun dari suku kata | ا-خ-ر kata dasar ا-خ-ر ini huruf hijaizah yang pertama yaitu ا yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. Penggunaan kata dasar ا-خ-ر ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ا-خ-ر pada AlQuran | 250 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 200 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 50 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ا-خ-ر pada AlQuran | 62 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ا-خ-ر Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata daya tahan, terakhir, lalu, akhirnya, tadi, buncit, terbelakang, khatam, lain, satu lagi, kemunduran, kemerosotan, keturunan, terbaru, selambat-lambatnya, pula Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata bertahan, tahan, menurun, mengecil, mundur, menolak, menampik, merosot, meleset, mentasrifkan, condong, memungkiri, menanggalkan |
Kajian kata الْاَخِرَةُ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang memakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender laki-laki : kata الْاَخِرَةُ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki 3 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata الْاَخِرَةُ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki. 4 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الْاَخِرَةُ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah. 5 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الْاَخِرَةُ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah u (dhammah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran u (dhammah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran dhammah. 6 kata benda pemegang hak : kata الْاَخِرَةُ ini masuk dalam jenis kata benda pemagang otoritas atau hak dari sesuatu, yang dicirikan dengan adanya tambahan alif panjang di huruf pertama. dalam tata bahasa arab kata benda pelaku aktif ini sering disebut dengan isim maf'ul |