Hadits riyawat : AbuDaud dengan nomor hadits : 2674
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ قَالَ هِشَامٌ الْعِرْقُ الظَّالِمُ أَنْ يَغْرِسَ الرَّجُلُ فِي أَرْضِ غَيْرِهِ فَيَسْتَحِقَّهَا بِذَلِكَ قَالَ مَالِكٌ وَالْعِرْقُ الظَّالِمُ كُلُّ مَا أُخِذَ وَاحْتُفِرَ وَغُرِسَ بِغَيْرِ حَقٍّ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :ابن
Arti kata ibna ( ابن ) | anak |
Jumlah pemakaian kata ٱبْنَ | 10 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata ابْنَ tersusun dari suku kata | ب-ن-ي kata dasar ب-ن-ي ini huruf hijaizah yang ketiga yaitu ي yang bisa berubah menjadi ا atau ء atau و atau ى atau tidak ada sama sekali. tergantung polakata (wazan) yang digunakannya. Penggunaan kata dasar ب-ن-ي ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ب-ن-ي pada AlQuran | 162 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 162 kali. Rinciannya ada disini Kata dasar ب-ن-ي ini dalam AlQuran tidak dipakai untuk kata kerja |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ب-ن-ي pada AlQuran | 60 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ب-ن-ي Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata gagasan, konsepsi, konsep, struktur, susunan, kerangka, bangunan, gedung, bangun, kestrukturan Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata membangun, membuat, mendirikan, membina, membangunkan, mendasarkan, membikin, memperbuat, memperdirikan, menyusun, menciptakan, mencipta, menjadikan, melakukan, memproduksi, buat, menjadi, bikin, mendapatkan, memperoleh, mendapat, mengadakan, menegakkan, mencacakkan |
Kajian kata ابْنَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang memakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender laki-laki : kata ابْنَ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki 3 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata ابْنَ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki. |