Ayat ini melanjutkan pembahasan tentang karakteristik orang munafik
yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya. Ayat ini menyoroti
bagaimana sebagian dari mereka bersikap lambat dan enggan untuk maju
berperang, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap kabar kemenangan
atau kekalahan umat Islam.
🧐 Analisis
I'rāb (Gramatikal)
I. Bagian Pertama:
Ciri Khas Orang yang Lambat/Enggan
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَ
(Wa)
|
Wāw Isti'nāfiyyah
|
Memulai kalimat baru.
|
إِنَّ
(Inna)
|
Harf Taukid wa Naṣb
(Huruf Penegas)
|
Menasabkan Ism
dan merafa’kan Khabar.
|
مِنكُمْ
(Minkum)
|
Jārr wa Majrūr
|
Berada pada posisi raf'
sebagai Khabar Inna Muqaddam (Predikat yang didahulukan).
|
لَمَن
(Laman)
|
Lām al-Ibtidā'
(Lām Permulaan) dan Man (Ism Mawṣūl)
|
Berada pada posisi naṣb
sebagai Ism Inna Mu'akhkhar (Subjek yang diakhirkan).
Artinya: "sungguh di antara kalian ada orang yang."
|
لَّيُبَطِّئَنَّ
(Layubaṭṭi'anna)
|
Lām al-Qasam
(Lām Sumpah) + Fi'l Muḍāri' + Nūn at-Taukid
aṡ-Ṡaqīlah
|
Fi'l Muḍāri'
Mabnī 'alā al-fatḥ karena bersambung dengan Nūn
at-Taukid. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (Dia).
Jumlah (Laman layubaṭṭi'anna) adalah Ṣilah
al-Mawṣūl untuk مَن.
|
Ayat ini menyajikan psikologi munafik yang jelas: mereka enggan
berkorban untuk agama, dan ketika umat Islam menderita, mereka
melihatnya sebagai keberuntungan pribadi karena tidak ikut menanggung
risiko.