Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 53

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)'.

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 53



I'rab Surah Ali 'Imran Ayat 53

Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

رَبَّنَا

Isim + Dhamir

رَبَّ adalah Manshub (Kedudukan Nashab). نَا adalah Mudhaf Ilaih.

Munādā (yang dipanggil). Haraf Nidā' (يا) dibuang (taqdirnya: Ya Rabbanā).

آمَنَّا

Fi'il Mādhī + Dhamir

آمَنَ adalah Fi'il Mādhīنَا adalah Fā'il.

Kalimat ini adalah Jawab Nidā' (jawaban dari seruan).

بِمَا

Haraf + Isim Maushul

بِ adalah Haraf Jarrمَا adalah Isim Majrur.

Syibhul jumlah yang muta'alliq (berhubungan) dengan آمَنَّا.

أَنزَلْتَ

Fi'il Mādhī + Dhamir

أَنزَلَ adalah Fi'il Mādhīتَ adalah Fā'il (kembali kepada Allah).

Shilah Al-Maushul bagi مَا (tidak memiliki kedudukan i'rab).

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan اتَّبَعْنَا dengan آمَنَّا.

اتَّبَعْنَا

Fi'il Mādhī + Dhamir

اتَّبَعَ adalah Fi'il Mādhīنَا adalah Fā'il.

Di-'athf-kan kepada آمَنَّا.

الرَّسُولَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Maf'ulun Bih bagi اتَّبَعْنَا (merujuk kepada Isa AS).

فَ

Huruf Sababiyyah/Fā' Al-Fasīḥah

Fā' As-Sababiyyah

Menunjukkan akibat atau konsekuensi dari iman dan ketaatan mereka.

اكْتُبْنَا

Fi'il Amr + Dhamir

اكْتُبْ adalah Fi'il Amr (Mabni 'Ala As-Sukun). نَا adalah Maf'ulun BihFa'il adalah dhamir mustatir takdirnya Anta.

مَعَ

Isim (Dzarf)

Manshub (Kedudukan Nashab)

Dzarfu Makān (Keterangan tempat). Mudhaf.

الشَّاهِدِينَ

Isim (Isim Fā'il)

Majrur

Mudhaf Ilaih bagi مَعَ. Tanda jarr-nya yā' karena Jam' Mudzakkar Sālim.


Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. Doa (Munādā): Ayat ini dimulai dengan رَبَّنَا (seruan/doa), yang menunjukkan bahwa perkataan ini adalah permohonan tulus.

  2. Jawab Nidā' (Jawaban Seruan): Kalimat آمَنَّا بِمَا أَنزَلْتَ (Kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan) adalah inti dari ikrar mereka, yang merupakan jawaban dan penjelas dari Munādā.

  3. Perintah Doa: Kata فَاكْتُبْنَا (Maka catatlah kami) adalah Fi'il Amr (perintah) yang digunakan dalam konteks doa dan permohonan. Fā' di sini menyimpulkan, "Karena kami telah beriman dan mengikuti Rasul, maka sebagai balasannya, catatlah kami..."