Ayat ini mencela Ahli Kitab (khususnya orang Yahudi) yang menyucikan
diri mereka sendiri dan menegaskan bahwa hanya Allah yang menyucikan
siapa pun yang Dia kehendaki, dan tidak ada kezaliman sedikit pun
dalam hal itu.
I. Bagian Pertama:
Mencela Kesombongan dan Penyucian Diri
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
أَلَمْ
(Alam)
|
Hamzah (Istifhām
Inkārī) + Lam (Jāzim)
|
Pertanyaan retoris yang
bermakna pencelaan (Tawbīkh) dan keheranan
(Ta'ajjub).
|
تَرَ
(Tara)
|
Fi'l Muḍāri'
Majzūm
|
Majzūm dengan
ḥaḍfu ḥarf al-'illah (hilangnya alif).
Fā'il-nya ḍamīr mustatir (anda/Nabi Muhammad).
|
إِلَى
الَّذِينَ (Ilā al-laḍīna)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Tara.
|
يُزَكُّونَ
(Yuzakkūna)
|
Fi'l Muḍāri'
(Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
|
Marfū' dengan
tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat
Penghubung) untuk الَّذِينَ.
|
أَنفُسَهُمْ
(Anfusahum)
|
Maf'ūl bih
(Objek)
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah).
|
Ayat ini menyimpulkan bahwa penyucian diri adalah wewenang mutlak
Allah, dan Dia akan menyucikan orang-orang beriman yang tulus, tanpa
ada kezaliman sedikit pun dalam penetapan pahala atau hukuman.