Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 49

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.

Irab Surat AnNisa ayat 49

Ayat ini mencela Ahli Kitab (khususnya orang Yahudi) yang menyucikan diri mereka sendiri dan menegaskan bahwa hanya Allah yang menyucikan siapa pun yang Dia kehendaki, dan tidak ada kezaliman sedikit pun dalam hal itu.



I. Bagian Pertama: Mencela Kesombongan dan Penyucian Diri

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

أَلَمْ (Alam)

Hamzah (Istifhām Inkārī) + Lam (Jāzim)

Pertanyaan retoris yang bermakna pencelaan (Tawbīkh) dan keheranan (Ta'ajjub).

تَرَ (Tara)

Fi'l Muḍāri' Majzūm

Majzūm dengan ḥaḍfu ḥarf al-'illah (hilangnya alif). Fā'il-nya ḍamīr mustatir (anda/Nabi Muhammad).

إِلَى الَّذِينَ (Ilā al-laḍīna)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Tara.

يُزَكُّونَ (Yuzakkūna)

Fi'l Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

أَنفُسَهُمْ (Anfusahum)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah).




II. Bagian Kedua: Penegasan Wewenang Allah dan Keadilan

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

بَلِ (Bali)

Harf Iḍrāb (Huruf Pengalihan/Pembatalan)

Mengalihkan pembicaraan dari perbuatan mereka yang tercela kepada kebenaran mutlak.

اللَّهُ (Allāhu)

Lafẓ al-Jalālah

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'.

يُزَكِّي (Yuzakkī)

Fi'l Muḍāri'

Marfū' dengan ḍammah muqaddarah di atas yā'. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (kembali ke Allah). Kalimat ini adalah Khabar dari اللَّهُ pada posisi raf'.

مَن (Man)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Maf'ūl bih dari Yuzakkī pada posisi naṣb. Artinya: "orang yang/siapa pun yang."

يَشَاءُ (Yašā'u)

Fi'l Muḍāri'

Ṣilah al-Mawṣūl untuk مَن.

وَلَا يُظْلَمُونَ (Wa lā yuẓlamūna)

Wāw ('Aṭf) dan Lā Nāfiyah + Fi'l Muḍāri' Majhūl (Pasif)

Di-'aṭaf-kan kepada Yuzakkī (secara makna). Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Nā'ib al-Fā'il (Subjek Pasif).

فَتِيلًا (Fatīlan)

Nā'ib 'an al-Maf'ūl al-Muṭlaq atau Maf'ūl bih Ṡānī

Manṣūb. Kata ini menunjukkan penolakan kezaliman sekecil apa pun (sehelai benang pada biji kurma).


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Gaya Bahasa Istifhām Inkārī: Pembukaan أَلَمْ تَرَ (Tidakkah engkau melihat?) digunakan untuk mencela Ahli Kitab yang menganggap diri mereka suci tanpa perlu diampuni Allah.

  2. Khabar Jumlah Fi'liyah: Frasa يُزَكُّونَ أَنفُسَهُمْ (mereka menyucikan diri mereka sendiri) adalah kalimat kerja yang berfungsi sebagai Ṣilah al-Mawṣūl bagi الَّذِينَ.

  3. Harf Iḍrāb Bali: Huruf بَلِ (bahkan/tetapi) berfungsi untuk mengalihkan fokus dari klaim palsu mereka kepada kebenaran: hanya Allah (اللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ) yang berhak menyucikan siapa pun yang Dia kehendaki.

  4. Nā'ib al-Fā'il dari Yuẓlamūna: Kata kerja يُظْلَمُونَ (mereka dizalimi) berbentuk pasif. Oleh karena itu, Wāw al-Jamā'ah berfungsi sebagai Nā'ib al-Fā'il (Subjek Pasif) yang Marfū'.

  5. Fatīlan (Tidak Ada Kezaliman Sedikit Pun): Kata فَتِيلًا (sehelai benang) adalah Manṣūb. Dalam konteks Lā Yuẓlamūna (tidak dizalimi), ia di-i'rāb sebagai Nā'ib 'an al-Maf'ūl al-Muṭlaq (pengganti Maf'ūl Muṭlaq) yang maknanya adalah Lā yuẓlamūna ẓulman fātīlan (mereka tidak dizalimi kezaliman seberat fatīl). Ini menegaskan keadilan mutlak Allah.

Ayat ini menyimpulkan bahwa penyucian diri adalah wewenang mutlak Allah, dan Dia akan menyucikan orang-orang beriman yang tulus, tanpa ada kezaliman sedikit pun dalam penetapan pahala atau hukuman.