Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 46

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.'
- no title specified

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 46

 

I'rab Surah Ali 'Imran Ayat 46

Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan sifat Isa ini dengan sifat-sifat sebelumnya (ayat 45).

يُكَلِّمُ

Fi'il Mudhāri'

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Fi'il Mudhāri' (Dia akan berbicara). Fa'il (Pelaku) adalah dhamir mustatir takdirnya Huwa (kembali kepada Isa).

النَّاسَ

Isim

Manshub (Kedudukan Nashab)

Maf'ulun Bih (Objek) bagi يُكَلِّمُ.

فِي الْمَهْدِ

Haraf + Isim

فِي adalah Haraf Jarrالْمَهْدِ adalah Isim Majrur.

Syibhul jumlah fi mahalli Nashab sebagai Ḥāl (Keterangan Keadaan) dari Isa (yukhātibuhum fi ḥāli kawnihī fil mahdi / berbicara kepada mereka dalam keadaan dia masih di buaian).

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan كَهْلًا (keadaan kedua) dengan فِي الْمَهْدِ (keadaan pertama).

كَهْلًا

Isim (Ṣifat)

Manshub (Kedudukan Nashab)

Ḥāl kedua dari Isa (keadaan dia berbicara sebagai orang dewasa/paruh baya).

وَ

Huruf 'Athaf

Haraf 'Athf

Menghubungkan sifat mulia ketiga (مِنَ الصَّالِحِينَ) dengan sifat-sifat sebelumnya.

مِنَ الصَّالِحِينَ

Haraf + Isim

مِنْ adalah Haraf Jarrالصَّالِحِينَ adalah Isim Majrur.

Syibhul jumlah fi mahalli Nashab sebagai Ḥāl ketiga dari Isa. Tanda jarr-nya yā' karena Jam' Mudzakkar Sālim.

 

Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. 1.Dua Keadaan (Al-Ḥāl): Ayat ini menetapkan dua keadaan penting dalam kehidupan Isa AS: 

    • .فِي الْمَهْدِ (di buaian): Ini adalah mukjizat pertamanya, yaitu kemampuan berbicara saat bayi. Secara i'rab, ini berfungsi sebagai Ḥāl. 

    • .كَهْلًا (saat dewasa): Ini adalah mukjizat kedua yang mengisyaratkan bahwa ia akan diangkat sebelum mencapai usia tua dan akan berbicara lagi setelah diturunkan kembali ke bumi (menurut tafsir Ahlus Sunnah). Ini adalah Ḥāl kedua. 

  2. 2.Muta'alliq (Berhubungan): Semua Ḥāl tersebut (termasuk Syibhul jumlah مِنَ الصَّالِحِينَ) secara i'rab berhubungan dengan Fi'il يُكَلِّمُ (berbicara), menjelaskan berbagai keadaan Isa AS saat dia berbicara kepada manusia.