Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 40

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

Irab Surat AnNisa ayat 40

Ayat ini memberikan penegasan mengenai keadilan mutlak Allah dalam memberikan balasan amal, menolak anggapan bahwa Dia akan berbuat zalim sedikit pun, dan menjanjikan pahala berlipat ganda bagi amal kebaikan.

I. Bagian Pertama: Penegasan Keadilan Mutlak Allah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

إِنَّ (Inna)

Harf Taukid (Huruf Penguat/Penegasan)

Menunjukkan kepastian.

اللَّهَ (Allāha)

Ism Inna (Subjek Inna)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

لَا يَظْلِمُ (Lā yaẓlimu)

Lā Nāfiyah dan Fi'l Muḍāri'

Marfū' (berharakat ḍammah). Fā'il-nya ḍamīr mustatir kembali ke Allah. Kalimat ini adalah Khabar Inna pada posisi raf'.

مِثْقَالَ (Miṯqāla)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Artinya: "seberat." Muḍāf.

ذَرَّةٍ (Ḏarratin)

Muḍāf Ilaih (Sandaran Kata)

Majrūr (berharakat kasrah). Artinya: "zarrah/biji sawi."




II. Bagian Kedua: Janji Pahala Berlipat Ganda

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَإِن (Wa in)

Wāw ('Aṭf) dan In (Syarat Jāzim)

In adalah Ḥarf Syarṭ Jāzim.

تَكُ (Taku)

Fi'l Muḍāri' Nāqiṣah Majzūm

Fi'l Syarṭ (Kata Kerja Syarat). Asalnya Takūn (تَكُونُ). Tanda jazm-nya adalah sukūn yang dihilangkan huruf wāw (ḥaḍfu wāw) karena Iltiqā' as-Sākinayn. Ism Takun adalah ḍamīr mustatir kembali ke Sayyi'at (perbuatan).

حَسَنَةً (Ḥasanatan)

Khabar Takun (Predikat Takun)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

يُضَاعِفْهَا (Yuḍā'ifhā)

Fi'l Muḍāri' Majzūm

Jawāb Syarṭ (Jawaban Syarat). Tanda jazm-nya sukūn. Fā'il-nya ḍamīr mustatir (kembali ke Allah). Hā' (ـها) adalah Maf'ūl bih pada posisi naṣb (kembali ke Ḥasanatan).

وَيُؤْتِ (Wa yu'ti)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Muḍāri' Majzūm

Di-'aṭaf-kan kepada يُضَاعِفْهَا. Tanda jazm-nya ḥaḍfu ḥarf al-'illah (hilangnya huruf yā'). Fā'il-nya ḍamīr mustatir (kembali ke Allah).

مِن لَّدُنْهُ (Min ladunhu)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yu'ti. Ladun adalah Ẓarf (keterangan) yang di-jarr oleh Min.

أَجْرًا (Ajran)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Artinya: "pahala."

عَظِيمًا ('Aẓīman)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti Ajran.


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Maf'ūl bih Miṯqāla Ḏarratin: Frasa مِثْقَالَ ذَرَّةٍ (seberat zarrah) adalah Maf'ūl bih bagi kata kerja يَظْلِمُ (berbuat zalim). Ini adalah penekanan terkuat bahwa kezaliman sekecil apa pun, bahkan seberat atom atau biji sawi, tidak akan dilakukan oleh Allah.

  2. Takhfīf (Penghilangan Huruf) pada Takun: Kata تَكُ aslinya adalah Takūn. Penghilangan huruf wāw terjadi karena aturan Jazm pada Kāna Nāqiṣah ketika nūn (نون) telah dihilangkan (takhfīf) dan diikuti oleh sukūn (Iltiqā' as-Sākinayn). Ism-nya (Sayyi'at atau perbuatan) dihilangkan karena konteks.

  3. Jawaban Syarat dengan Dua Kata Kerja Majzūm: Jawaban dari syarat إِن تَكُ حَسَنَةً (Jika ada kebaikan) adalah dua kata kerja yang di-'aṭaf-kan dan keduanya Majzūm:

    • يُضَاعِفْهَا (Dia melipatgandakannya) - Majzūm dengan sukūn.

    • وَيُؤْتِ (dan Dia memberikan) - Majzūm dengan ḥaḍfu ḥarf al-'illah (hilangnya huruf yā' yang merupakan huruf 'illah).

  4. 'Aẓīman: Kebaikan yang dilipatgandakan itu diiringi dengan pahala tambahan (أَجْرًا عَظِيمًا - pahala yang besar) yang berasal langsung dari sisi-Nya (مِن لَّدُنْهُ), menunjukkan kemurahan Allah.

Ayat ini merupakan salah satu ayat penting yang menegaskan doktrin keadilan dan kemurahan Allah dalam memberikan balasan amal perbuatan.