Ayat ini membahas larangan keras
untuk mengambil kembali mahar istri, mengingat ikatan pernikahan
yang agung dan janji setia yang telah dibuat.
I.
Bagian Pertama: Pertanyaan Retoris dan Kondisi Pertama
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
وَكَيْفَ
(Wa kayfa)
|
Wāw (Istināf)
dan Ism Istifhām (Kata Tanya)
|
Mabnī 'alā
al-fatḥ. Berada pada posisi naṣb sebagai Ḥāl
(Keterangan Keadaan) yang didahulukan. Pertanyaan ini bersifat
Inkāri (pengingkaran/celaan).
|
تَأْخُذُونَهُ
(Ta'khuḍūnahu)
|
Fi'l Muḍāri'
(Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
|
Marfū' dengan
tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
Huruf hā' (ـه)
adalah Maf'ūl bih (Objek) yang kembali kepada mahar
(disebut di ayat sebelumnya).
|
وَقَدْ
(Wa qad)
|
Wāw (Ḥāliyyah
- keadaan) dan Harf Taukid (Penguat)
|
Wāw menunjukkan Jumlah
setelahnya adalah Ḥāl. Qad menguatkan Fi'l
Māḍī.
|
أَفْضَىٰ
(Afḍā)
|
Fi'l Māḍī
(Kata Kerja Lampau)
|
Mabnī 'alā al-fatḥ
al-muqaddar (tersembunyi di atas alif).
|
بَعْضُكُمْ
(Ba'ḍukum)
|
Fā'il (Subjek)
|
Marfū'
(berharakat ḍammah).
|
إِلَىٰ
بَعْضٍ (Ilā ba'ḍin)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Afḍā.
|
Jumlah
قَدْ أَفْضَىٰ
بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ
|
Ḥāl
(Keterangan Keadaan)
|
Kalimat kerja pada
posisi naṣb sebagai Ḥāl bagi Fā'il
(Wāw al-Jamā'ah) dari Ta'khuḍūnahu.
|