Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata
Ali-Imran
ayat 17
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Detail
I'rāb Surat Ali Imran ayat 17
Ayat ini seluruhnya
terdiri dari Isim
(kata
benda/sifat)
yang di-'athf
(dihubungkan) secara berurutan. Kedudukannya dalam i'rab
tergantung pada kata sebelumnya, yaitu الَّذِينَdi
ayat ke-16.
Secara
umum, kata-kata dalam ayat ini adalah sifat-sifat
(Na'at) bagi
الَّذِينَ(di
ayat 16), yang mana الَّذِينَsendiri
bisa berkedudukan Rafa'
(sebagai Mubtada'
/ Na'at
bagi Al-Muttaqūn
yang dibuang) atau Jarr
(sebagai Na'at
bagi لِلَّذِينَdi
ayat 15).
Namun,
karena sifat-sifat ini menjelaskan sifat-sifat yang dicintai, maka
kedudukan Nashab (manshub) adalah yang paling kuat, sebagai
Madḥ (pujian) atau Na'at (sifat) bagi Maf'ulun
Bih yang dibuang (taqdirnya: A'nī / Aku maksudkan).
Kata
Jenis Kata
I'rab
(Kedudukan)
Penjelasan
الصَّابِرِينَ
Isim Fā'il
Manshub
(Kedudukan Nashab).
Manshub
sebagai Maf'ulun
Bih bagi
fi'ilأَعْنِي(aku
maksudkan) yang dibuang. Tanda nashab-nya
adalah yā'
karena Jam'
Mudzakkar Sālim.
وَالصَّادِقِينَ
Huruf + Isim
Fā'il
Manshub
Di-'athf-kan
(dihubungkan) kepada الصَّابِرِينَ.
Tanda nashab-nya
yā'.
وَالْقَانِتِينَ
Huruf + Isim
Fā'il
Manshub
Di-'athf-kan
kepada الصَّابِرِينَ.
Tanda nashab-nya
yā'.
وَالْمُنْفِقِينَ
Huruf + Isim
Fā'il
Manshub
Di-'athf-kan
kepada الصَّابِرِينَ.
Tanda nashab-nya
yā'.
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ
Huruf + Isim
Fā'il
Manshub
Di-'athf-kan
kepada الصَّابِرِينَ.
Tanda nashab-nya
yā'.
بِالْأَسْحَارِ
Haraf + Isim
بِadalah
Haraf Jarr.
الْأَسْحَارِadalah
Isim Majrur.
Syibhul jumlah
yang muta'alliq
(berhubungan) dengan الْمُسْتَغْفِرِينَ(maknanya:
mereka beristighfar di
waktu
sahur).
Kesimpulan
Kedudukan I'rab:
Kedudukan
Nashab
(Manshub) pada الصَّابِرِينَdan
kata-kata yang di-'athf-kan
kepadanya lebih diutamakan oleh para mu'ribūn
(ahli i'rab)
karena:
Gaya
Pujian (Madḥ):
Ketika suatu sifat disebutkan terpisah dari yang disifati,
seringkali dimaksudkan sebagai pujian yang menarik perhatian,
sehingga di-nashab-kan
oleh fi'il
yang tersembunyi (fi'il
madḥ seperti
أَعْنِي).
Kesesuaian
dengan Sifat:
Meskipun bisa di-jarr
(sebagai na'at
bagi لِلَّذِينَdi
ayat 15) atau di-rafa'
(sebagai na'at
bagi الَّذِينَdi
ayat 16), pemilihan nashab
memberikan penekanan yang lebih kuat.
Jadi,
seluruh ayat ini adalah rangkaian sifat-sifat terpuji yang
di-nashab-kan karena pujian.