Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 163

(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 163



Ayat ini merupakan kelanjutan logis dari perbandingan antara dua golongan pada ayat 162 (pengikut ridha Allah vs. pengikut murka-Nya). Ayat ini menegaskan bahwa kedua golongan tersebut memiliki tingkatan derajat yang berbeda-beda di sisi Allah.


I'rab Surah Ali 'Imran Ayat 163

Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

هُمْ

Dhamir Munfashil

Mabni 'Ala As-Sukun fi mahalli Rafa'

Mubtada' (Kembali kepada dua golongan yang disebutkan pada ayat 162).

دَرَجَاتٌ

Isim (Jamak)

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Khabar bagi هُمْ.

عِنْدَ

Isim (Dzarf)

Manshub (Kedudukan Nashab). Mudhaf.

Dzarfu MakānMuta'alliq dengan دَرَجَاتٌ (atau Sifat yang dibuang: darajātun kā'inatun 'inda Allāh).

اللَّهِ

Isim Jalalah

Majrur

Mudhaf Ilaih bagi عِنْدَ.

وَاللَّهُ

Huruf Isti'nāf + Isim Jalalah

اللَّهُ adalah Mubtada'.

Memulai kalimat penutup (penegasan kekuasaan Allah).

بَصِيرٌ

Isim (Ṣifat Mubālaghah)

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Khabar bagi اللَّهُ.

بِ

Haraf Jarr

Haraf Jarr (Tentang/Terhadap).

مَا

Isim Maushul/Mashdarīyah

Mabni 'Ala As-Sukun fi mahalli Jarr

Isim Majrur oleh بِ.

يَعْمَلُونَ

Fi'il Mudhāri' + Dhamir

Fi'il dan Fā'il (وا).

Shilah Al-Maushul bagi مَا.

بِمَا يَعْمَلُونَ

Syibhul Jumlah

Muta'alliq dengan بَصِيرٌ.


📝 Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. Darajātun (دَرَجَاتٌ): Meskipun Mubtada' (هُمْ) adalah jamak mudzakkar (laki-laki), Khabar-nya (دَرَجَاتٌ) berbentuk jamak mu'annats (perempuan). Ini umum dalam bahasa Arab, karena دَرَجَاتٌ adalah jamak dari benda mati/konsep, atau karena yang dimaksud adalah mereka terbagi dalam tingkatan-tingkatan (yang bisa berupa mu'annats).

  2. Penegasan Al-Baṣīr (بَصِيرٌ): Ayat ditutup dengan penegasan sifat Allah yang Maha Melihat (بَصِيرٌ) terhadap segala amal perbuatan (بِمَا يَعْمَلُونَ), yang menguatkan alasan mengapa terdapat perbedaan derajat yang begitu jelas antara kedua golongan tersebut.