Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 109

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Irab Surat AlBaqarah ayat 109





1. Segmen Awal: Keinginan dan Alasan (Hingga Al-Ḥaqq)

Kata

Fungsi Gramatikal (I'rab)

Tanda/Keterangan

وَدَّ كَثِيرࣱ

Wadda: Fi'il Madhi. Kathīrun: Fa'il.

Marfu' dengan Dhommah.

مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ

Jar & Majrur. Berfungsi sebagai Na'at (Sifat) bagi Kathīrun.

Al-Kitāb adalah Mudhaf Ilaih.

لَوۡ يَرُدُّونَكُم

Law: Harf Masdariyah (bermakna An). Yaruddūna: Fi'il Mudhari'. Wau: Fa'il. Kum: Maf'ul Bih Awwal.

Yaruddūna Marfu' dengan Tsubutun Nun. Gabungan Law dan kalimat setelahnya membentuk Maf'ul Bih dari Wadda (Fi mahalli Nashbin).

كُفَّارًا (Kuffāran)

Ḥāl (Keterangan keadaan/manner) bagi Kum (kalian).

Manshub dengan Fathah.

حَسَدࣰا (Ḥasadan)

Maf'ul li Ajlih (Alasan perbuatan).

Manshub dengan Fathah.

مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ

Min Ba'di: Jar & Majrur (Zarf/Keterangan Waktu). Mā: Masdariyah. Tabayyana: Fi'il Madhi.

Kalimat Tabayyana membentuk Mashdar Mu'awwal yang menjadi Mudhaf Ilaih bagi Ba'di.

ٱلۡحَقُّ (Al-Ḥaqqu)

Fa'il (Subjek) dari Tabayyana.

Marfu' dengan Dhommah.


2. Segmen Tengah: Perintah dan Tenggat Waktu

(فَٱعۡفُوا۟ وَٱصۡفَحُوا۟ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۤ)

Kata

Fungsi Gramatikal (I'rab)

Tanda/Keterangan

فَٱعۡفُوا۟ (Fa'fū)

Fā': Rābiṭah (Penyambung), karena ada perintah setelah deskripsi. I'fū: Fi'il Amr (Kata kerja perintah). Wau: Fa'il.

Mabni dengan membuang Nūn.

وَٱصۡفَحُوا۟ (Waṣfaḥū)

Wau: Athifah. Iṣfaḥū: Fi'il Amr. Wau: Fa'il.

Mabni dengan membuang Nūn. Disambungkan ke I'fū.

حَتَّىٰ يَأۡتِيَ

Ḥattā: Harf Ghā'īyah wa Nāṣibah (Tujuan dan menasabkan). Ya'tiya: Fi'il Mudhari' Mansub.

Manshub dengan Fathah.

ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۤ

Allāhu: Fa'il dari Ya'tiya. Bi-Amrihi (Jar & Majrur) berkaitan dengan Ya'tiya.

Allāh Marfu' dengan Dhommah.


3. Segmen Akhir: Penutup dan Penegasan Kuasa Allah

(إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرٌ)

Kata

Fungsi Gramatikal (I'rab)

Tanda/Keterangan

إِنَّ ٱللَّهَ

Inna: Harf Nasikh. Allāh: Ism Inna.

Manshub dengan Fathah.

عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ

Jar & Majrur. Kulli adalah Mudhaf dan Shay'in adalah Mudhaf Ilaih.

Muta'alliq (berkaitan) dengan Qadīr.

قَدِيرٌ (Qadīrun)

Khabar Inna.

Marfu' dengan Dhommah.


Ringkasan Struktur Ayat

  1. Deskripsi: Banyak Ahli Kitab berkeinginan (Maf'ul Bih) mengembalikan kalian menjadi kafir, karena Ḥasadan (Maf'ul li Ajlih).

  2. Perintah Temporer: Allah memerintahkan kaum mukminin untuk memaafkan dan berpaling (I'fū wa Iṣfaḥū) hingga suatu batas waktu (Ḥattā Ya'tiya Allāhu bi Amrih), yaitu datangnya perintah dari Allah (mengenai perang atau tindakan lain).

  3. Penegasan: Penutup ayat menguatkan perintah tersebut dengan mengingatkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk mengutus perintah-Nya kapan saja.