<<<==ayat berikutnya | Al-Hajj ayat ke 28 | ayat sebelumnya ===>> |
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ اسْمَ الـلَّـهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ الْأَنْعَٰمِ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ |
Setiap Huruf arab ini dapat diklik untuk diperdalam maknanya
Kajian kata | الْفَقِيرَ pada surat 22.Al-Hajj ayat ke 28 Juz ke : 17 Halaman : 335 Baris ke : 11 pada mushaf Quran Madinah |
Bacaan dalam tulisan arab latin | alfaqîra |
Arti kata alfaqîra ( الفقير ) | orang-orang yang sangat fakir |
Jumlah pemakaian kata ٱلْفَقِيرَ | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata الْفَقِيرَ tersusun dari suku kata | ف-ق-ر Penggunaan kata dasar ف-ق-ر ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ف-ق-ر pada AlQuran | 14 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 14 kali. Rinciannya ada disini Kata dasar ف-ق-ر ini dalam AlQuran tidak dipakai untuk kata kerja |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ف-ق-ر pada AlQuran | 9 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ف-ق-ر Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata kemelaratan, kepapaan, kefakiran, kekurangan, mutu kurang baik, kesehatan yg kurang baik, ketiadaan, ketidakcukupan, kehancuran, kejatuhan Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata kekurangan, kurang, tak punya, berkekurangan, memiskinkan, memelaratkan, menjadikan miskin, menghilangkan mutu, menghilangkan sifat baik, merusak, menghancurkan, memusnahkan, menjatuhkan, mengganggu, membobolkan, menggagalkan, memburukkan, membusukkan, membangkruntukan, dikelilingi, mengepun |
Kajian kata الْفَقِيرَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender laki-laki : kata الْفَقِيرَ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki 3 obyek : kata الْفَقِيرَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 4 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata الْفَقِيرَ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki. 5 kata yang memiliki makna sangat : kata الْفَقِيرَ ini memiliki makna sangat atau maha dicirikan dengan adanya huruf kasrah panjang atau huruf dhomah panjang yang ada pada konsonan ke 2 (k2). kata ini jika diawali dengan kata sandang al ( اَل ) sering (dalam orang-orang yang sangat fakiran tidak selalu) digunakan untuk menerangkan sifat tuhan pencipta, pemelihara dan raja seluruh alam semesta. adapun jika tidak diawali dengan kata sandang al ( اَل ) maka hanya digunakan untuk menerangkan sifat dari yang ada di alam saja. 6 keterangan : kata الْفَقِيرَ ini digunakan untuk menerangkan obyek sebelumnya yaitu الْبَآئِسَ 7 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الْفَقِيرَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah. 8 kata benda atau kata sifat : kata الْفَقِيرَ ini dapat digunakan untuk menerangkan suatu kata sifat atau kata benda abstrak, jika kata ini digunakan untuk menerangkan kata benda maka kata bendanya merupakan jenis kata benda abstrak. |