Al-Quran Online, ajakan untuk mencari ampunan dan cinta Allah

<<<==ayat berikutnya

Faathir ayat ke 27

ayat sebelumnya ===>>

أَلَمْ تَرَ أَنَّ الـلَّـهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍ مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

Klik kata warna biru menuju Quran Perkata
Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly

Hadits yang mungkin terkait

Halaman mushaf optimal untuk di komputer

Halaman mushaf untuk HP atau Tab


Kajian kata

بِيضٌ pada surat Faathir ayat ke 27

Bacaan dalam tulisan arab latin bîdhun
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata بِيضٌ putih
Jumlah pemakaian kata بِيضٌ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata بِيضٌ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ب ي ض
huruf pertama k1=ب , huruf kedua k2=ي, dan huruf ketiga k3=ض
Makna dari kata dasar ب ي ض :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna pemutih, obat kelantang, obat pengelantang

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna melumas dgn telur, pemutih, obat kelantang, obat pengelantang, memutihkan, mengelantang, memutih, membuat putih, memucat, menjadi pucat, membuat pucat

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ب ي ض dalam AlQuran 12 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 9 kali, dipakai kata kerja sebanyak 3 kali

Kajian kata : 3 بِيضٌ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata بِيضٌ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. gender laki-laki : kata بِيضٌ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki

3. subyek : kata بِيضٌ ini berposisi sebagai subyek akan sesuatu yang bendanya masih umum, dimana saja, yang ditandai dengan akhiran un.

4. kata benda abstrak : kata بِيضٌ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

5. kata benda berakhiran tanwin (n) : kata بِيضٌ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran dengan tanwin ini dapat memiliki akhiran an,in atau un. untuk kata ini akhirannya adalah un. bentuk akhiran (apakah an,in atau un) ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran ini ditujukan untuk menujuk kata benda tunggal sembarang atau yang mana saja.tetapi dapat juga digunakan untuk menerangkan suatu kata benda jamak yang tidak beraturan. hal ini tergantung pada kata yang digunakan

6. kata yang diterangkan : kata جُدَدٌ ini merupakan kata benda yang diterangkan, sedangkan kata بِيضٌ merupakan kata keterangan yang menerangkan kondisi, keadaan atau sifat dari kata جُدَدٌ

7. kata keterangan : kata بِيضٌ ini merupakan kata yang menerangkan kondisi, sifat, atau keadaan dari kata جُدَدٌ

Pemakaian kata dasar ب ي ض pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

بِيضٌبَيْضَآءُبَيْضَآءُبَيْضَآءَبَيْضٌ
ٱلْأَبْيَضُٱبْيَضَّتْوَٱبْيَضَّتْتَبْيَضُّ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ
seakan-akan mereka[pr] telor (ia[lk]) yang disimpan
Ash-Shaafaat:49بَيْضٌ
بَيْضَآءَ لَذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ
putih sedap rasanya bagi orang-orang yang meminum
Ash-Shaafaat:46بَيْضَآءَ
ٱسْلُكْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ
(kamu) masukkanlah tanganmu pada, di, dalam sakumu (kamu[lk]) keluarlah putih dari selain/tanpa jelek
Al-Qashash:32
تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ
(kamu[lk]) keluarlah putih dari selain/tanpa jelek
An-Naml:12
وَٱضْمُمْ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ
dan kepitkanlah tanganmu kepada sayapmu (kamu[lk]) keluarlah putih
Thaahaa:22
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ
dan (ia) menarik tangannya maka tiba-tiba ia [pr] putih bagi orang-orang yang melihat
Asy-Syu'araa':33بَيْضَآءُ
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ
dan (ia) menarik tangannya maka tiba-tiba ia [pr] putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat
Al-A'raaf:108
وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ
dan dari gunung-gunung garis-garis putih dan yang merah (ia[lk]) yang dalam kondisi berbeda-beda warnanya dan pekat hitam
Faathir:27بِيضٌ
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
pada hari menjadi cepat menjadi putih (berseri) wajah-wajah dan (ia[lk]) menjadi cepat hitam (muram) wajah-wajah
Ali-Imran:106تَبْيَضُّ
وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ
dan menjadi putih kedua matanya dari/karena kesedihan maka/akan tetapi ia orang yang menahan (marah / kesedihan)
Yusuf:84وَٱبْيَضَّتْ
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ
dan adapun orang-orang yang (ia) menjadi putih (berseri) wajah mereka
Ali-Imran:107ٱبْيَضَّتْ
ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ
benang putih dari benang hitam dari fajar
Al-Baqarah:187ٱلْأَبْيَضُ
ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ
benang putih dari benang hitam dari fajar
Al-Baqarah:187