<<<==ayat berikutnya

Faathir ayat ke 11

ayat sebelumnya ===>>

وَالـلَّـهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَٰجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى الـلَّـهِ يَسِيرٌ

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly


Kajian kata

نُّطْفَةٍ pada surat Faathir ayat ke 11

Bacaan dalam tulisan arab latin nuthfatin
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata نُّطْفَةٍ air mani
Jumlah pemakaian kata نُّطْفَةٍ dalam AlQuran dipakai sebanyak 9 kali
Kata نُّطْفَةٍ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ن ط ف
huruf pertama k1=ن , huruf kedua k2=ط, dan huruf ketiga k3=ف
Makna dari kata dasar ن ط ف :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna mani, air mani, nutfah

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ن ط ف dalam AlQuran 12 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 12 kali
Pola dasar ن ط ف dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata benda saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata kerja

Kajian kata : 1 نُّطْفَةٍ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata نُّطْفَةٍ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. gender perempuan : kata نُّطْفَةٍ ini digolongkan dalam kata yang bergender perempuan.

3. kata dengan jumlah tunggal : kata نُّطْفَةٍ ini merupakan jenis kata berjenis tunggal untuk perempuan

4. kata benda abstrak : kata نُّطْفَةٍ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

5. majrur : kata نُّطْفَةٍ yang berupa kata benda ini memiliki konsonan_k3 yang menggunakan kasrah atau menggunakan îna (untuk jamak) hal ini disebabkan karena kata نُّطْفَةٍ ini diawali dengan kata مِن .

Pemakaian kata dasar ن ط ف pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

ٱلنُّطْفَةَنُّطْفَةٍنُطْفَةً


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِىٍّ يُمْنَىٰ
bukankah adalah setetes dari air mani ditumpahkan (olehnya)
Al-Qiyaamah:37نُطْفَةً
ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ
kemudian telah (kami) jadikannya air mani (kalian) bertasbih tambahan tempat menetap kuat / kokoh / kedudukan tinggi
Al-Mu'minuun:13
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
(ia) menciptakan manusia dari air mani maka tiba-tiba ia musuh bebuyutan yang nyata
An-Nahl:4نُّطْفَةٍ
إِنَّا خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ
sesungguhnya (kami) (kami) menciptakan manusia dari setetes mani campuran-campuran
Al-Insaan:2
مِن نُّطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ
dari air mani apabila dipancarkan
An-Najm:46
ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ
kemudian dari setetes mani kemudian dari segumpal darah
Ghafir:67
أَوَ لَمْ يَرَ ٱلْإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقْنَٰهُ مِن نُّطْفَةٍ
atau tidak melihat manusia bahwasanya (kami) (kami) telah menciptakannya dari air mani
YaaSiin:77
وَالـلَّـهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ
dan Allah (ia) menciptakan kalian dari tanah kemudian dari air mani
Faathir:11
فَإِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ
maka sesungguhnya (kami) (kami) menciptakan kalian dari tanah kemudian dari setetes mani dan diantara kamu orang diwafatkan dan diantara kamu orang ditolak sampai melemah / hina umur
Al-Hajj:5
قَالَ لَهُۥ صَاحِبُهُۥ وَهُوَ يُحَاوِرُهُۥٓ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّىٰكَ رَجُلًا
mengatakan kepadanya (ia[lk]) yang menjadi kawannya dan dia bercakap-cakap dengannya kemudian dari setetes air mani kemudian sempurnakan kamu orang laki-laki
Al-Kahfi:37
مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ
dari setetes mani (ia) menciptakannya lalu (ia) telah berkali-kali menentukannya
Abasa:19
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً
kemudian (kami) menciptakan air mani segumpal darah
Al-Mu'minuun:14ٱلنُّطْفَةَ
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً
kemudian (kami) menciptakan air mani segumpal darah
Al-Mu'minuun:14