<<<==ayat berikutnya

An-Nuur ayat ke 43

ayat sebelumnya ===>>

أَلَمْ تَرَ أَنَّ الـلَّـهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly

Kami sangat berterima kasih jika bapak/ibu/sdr/i muslimin/muslimat sekalian berkenan mengunjungi

http://www.tafsirqu.com


Kajian kata

خِلَٰلِهِۦ pada surat An-Nuur ayat ke 43

Bacaan dalam tulisan arab latin khilâlihi
Jenis kata kata benda atau sifat
Arti kata خِلَٰلِهِۦ celah-celahnya
Jumlah pemakaian kata خِلَٰلِهِۦ dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 kali
Kata خِلَٰلِهِۦ tersusun dari kata dasar dengan suku kata خ ل ل
huruf pertama k1=خ , huruf kedua k2=ل, dan huruf ketiga k3=ل
Makna dari kata dasar خ ل ل :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna cela, kecelaan, kerusakan, kekurangan, cacad, kepincangan, retak, kesalahan, salah, patahan, celah, sifat buruk, rekah, kekacauan, kekalutan, kerocetan, kebalauan, keadaan berantakan, keadaan tdk teratur, kesulitan, kesusahan, kesukaran, persoalan, penyakit, kesakitan, kegagalan, kelemahan, ketidaksempurnaan, conteng, celekeh, acar, asinan, keadaan memalukan, anak nakal, keadaan mabuk, asam-asaman, cagar, selai, suaka alam, suaka margasatwa, sele, konserven, pemabuk

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna menyeberang, menyalahkan, bersalah, memperkacaukan, mengusuntukan, memperkusut, menyusahkan, mengganggu, bersusah payah, meminta, membosankan, menyebabkan penderitaan, bersusah-susah, berpayah-payah, menodai, mencemari, mencemarkan, merusak, mengawetkan, mengasamkan, mengasinkan, mengasini, memasamkan, mempertahankan, mengasingkan, menjaga, melindungi, mengamankan, memelihara, melanggengkan, jaga, membuat tahan lama, mengubah membuat cuka, menceburkan, menyiram dgn air, membuat acar

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar خ ل ل dalam AlQuran 302 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 91 kali, dipakai kata kerja sebanyak 211 kali
Pola dasar خ ل ل dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata benda saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata kerja

Kajian kata : 29 خِلَٰلِهِۦ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata خِلَٰلِهِۦ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. jamak tidak teratur : kata خِلَٰلِهِۦ ini merupakan bentuk jamak tidak teratur, artinya jamak yang tidak ditandai dengan tanda-tanda jamak seperti ûna ( ونَ ), îna ( ينَ ), âti ( اتِ ) ,âtu ( اتُ ). dalam pemakaian jamak tidak teratur seperti ini mengunakan bentuk perempuan baik untuk kata kerjanya atau kata sifatnya.

3. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata خِلَٰلِهِۦ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

4. kata benda atau menerangkan kata sifat : kata خِلَٰلِهِۦ ini memiliki konsonan k2 panjang yang dapat digunakan sebagai kata benda atau digunakan sebagai kata sifat.

5. diikuti kata ganti kepemilikan : kata خِلَٰلِهِۦ ini memiliki kata ganti kepemilikan untuk orang ketiga tunggal. adapun kata gantinya untuk orang ketiga tunggal ini menggunakan hi ( هِ ) , hal ini karena ada kata yang ada didepannya yang menyebabkan kata ganti kepemilikan untuk orang ketiga tunggal ini menggunakan hi ( هِ )

6. majrur : kata خِلَالِهِ yang berupa kata benda ini memiliki konsonan_k3 yang menggunakan kasrah atau menggunakan îna (untuk jamak) hal ini disebabkan karena kata خِلَالِهِ ini diawali dengan kata مِنْ .

Pemakaian kata dasar خ ل ل pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

خِلَٰلَهَاخِلَٰلَكُمْخِلَٰلَخِلَٰلٌخَلِيلًا
ٱلْأَخِلَّآءُيَخْلُقُخِلَٰلِهِۦخِلَٰلَهُمَاخِلَٰلَهَآ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

لِتَفْتَرِىَ عَلَيْنَا غَيْرَهُۥ وَإِذًا لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلًا
agar mengada-adakan atas (kami) lainnya dan jika demikian tentu mereka mengambil kamu teman akrab
Al-Isra:73خَلِيلًا
وَٱتَّخَذَ الـلَّـهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا
dan mengambil Allah Ibrahim teman akrab
An-Nisa:125
يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
aduhai celaka aku aduhai kiranya aku aku tidak (aku) mengambil/menjadikan si fulan teman akrab
Al-Furqon:28
أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ
bahwa datang hari tidak jual beli / perdagangan didalamnya dan tidak persahabatan
Ibrahim:31خِلَٰلٌ
فَجَاسُوا۟ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا
lalu (mereka[lk]) merajalela celah-celah rumah-rumah (kampung) dan (ia) adalah janji yang dikerjai
Al-Isra:5خِلَٰلَ
وَلَأَوْضَعُوا۟ خِلَٰلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ ٱلْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّٰعُونَ لَهُمْ
dan tentu bergegas maju sela-sela kalian menghendaki kamu fitnah/kekacauan dan diantara kamu orang-orang yang suka mendengar pada mereka
At-Taubah:47خِلَٰلَكُمْ
فَتُفَجِّرَ ٱلْأَنْهَٰرَ خِلَٰلَهَا تَفْجِيرًا
lalu kamu mengalirkan sungai-sungai celah-celahnya pancaran/aliran
Al-Isra:91خِلَٰلَهَا
أَمَّن جَعَلَ ٱلْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنْهَٰرًا
siapkah yang (mereka berdua) menjadikan bumi tambahan tempat menetap dan (ia [lk]) menjadikan celah-celahnya sungai-sungai
An-Naml:61خِلَٰلَهَآ
وَفَجَّرْنَا خِلَٰلَهُمَا نَهَرًا
dan (kami) memancarkan sela-sela keduanya sungai
Al-Kahfi:33خِلَٰلَهُمَا
كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ
bagaimana menurut kehendaki dan (ia[k]) menjadikannya potong/gumpalan maka kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya
Ar-Ruum:48خِلَٰلِهِۦ
فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ
maka kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya
An-Nuur:43
قَالَ كَذَٰلِكِ الـلَّـهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ
mengatakan demikianlah Allah menciptakan apa kehendaki
Ali-Imran:47يَخْلُقُ
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
sahabat-sahabat akrab pada hari itu sebagian mereka bagi sebagian yang lain musuh kecuali orang-orang yang bertakwa
Az-Zukhruf:67ٱلْأَخِلَّآءُ
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
sahabat-sahabat akrab pada hari itu sebagian mereka bagi sebagian yang lain musuh kecuali orang-orang yang bertakwa
Az-Zukhruf:67