<<<==ayat berikutnya

Al-Mu'minuun ayat ke 106

ayat sebelumnya ===>>

قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ

Abdurrahman Sudais
Abdul Basit
Mishary Rashid
Mahir al-Mu'aiqly


Kajian kata

شِقْوَتُنَا pada surat Al-Mu'minuun ayat ke 106

Bacaan dalam tulisan arab latin syiqwatunâ
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata شِقْوَتُنَا kecelakaan/kejahatan kami
Jumlah pemakaian kata شِقْوَتُنَا dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata شِقْوَتُنَا tersusun dari kata dasar dengan suku kata ش ق و
huruf pertama k1=ش , huruf kedua k2=ق, dan huruf ketiga k3=و
Makna dari kata dasar ش ق و :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna anak bandel, orang jahat, malang, buruk, buruk sekali, sedih, pahit, sial sekali, susah sekali, yg menyedihkan, tak bahagia, sial, rengsa sengsara, merengus, tdk tepat, penipu, bajingan, bangsat, pengembara

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna menipu, mendaya, mengembara, mendayakan

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ش ق و dalam AlQuran 12 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 8 kali, dipakai kata kerja sebanyak 4 kali

Kajian kata : 4 شِقْوَتُنَا ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata شِقْوَتُنَا termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. gender perempuan : kata شِقْوَتُنَا ini digolongkan dalam kata yang bergender perempuan.

3. kata dengan jumlah tunggal : kata شِقْوَتُنَا ini merupakan jenis kata berjenis tunggal untuk perempuan

4. kata benda abstrak : kata شِقْوَتُنَا ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

5. diikuti kata ganti kepemilikan kami : kata شِقْوَتُنَا ini memiliki kata ganti kepemilikan kami. adapun kata ganti kepemilikan ini dicirikan dengan adanya imbuan ( ناَ ) pada akhir katanya

Pemakaian kata dasar ش ق و pada AlQuran

(haruf arab yang berwarna biru dibawah bisa diKLIK untuk dirujukkan ke ayat terkait)

شِقْوَتُنَاشَقِيًّاشَقِىٌّشَقُوا۟أَشْقَىٰهَا
ٱلْأَشْقَىيَشْقَىٰلِتَشْقَىٰٓفَتَشْقَىٰٓ


Kata serumpun dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا
ketika (ia) kemudian bangkit orang-orang yang lebih celaka diantaranya
Ash-Shams:12أَشْقَىٰهَا
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ
maka adapun orang-orang yang (mereka) mencelakakan maka didalam neraka
Huud:106شَقُوا۟
فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ
maka diantara mereka celaka/kecewa dan kebahagiaan
Huud:105شَقِىٌّ
مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا
daripadaku dan banyak/penuh kepala uban dan tidak/belum aku adalah dengan doaku kepadamu tuhanku celaka/kecewa
Maryam:4شَقِيًّا
وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَتِى وَلَمْ يَجْعَلْنِى جَبَّارًا شَقِيًّا
dan kebaktian dengan/kepada ibuku dan tidak Dia menjadikan aku seorang yang sombong celaka/kecewa
Maryam:32
وَأَدْعُوا۟ رَبِّى عَسَىٰٓ أَلَّآ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّا
dan (kalian[lk]) menyerulah/berdoalah tuhanku mudah-mudahan bahwa tidak aku adalah dengan doaku tuhanku celaka/kecewa
Maryam:48
قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ
berkata ya tuhan kami (ia) mengalahkan atas (kami) kecelakaan/kejahatan kami dan (kami) adalah kaum orang-orang yang sesat
Al-Mu'minuun:106شِقْوَتُنَا
فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ
maka janganlah menyebabkan mengeluarkan kamu berdua dari surga maka menjadi celaka
Thaahaa:117فَتَشْقَىٰٓ
مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ
tidak (kami) telah menurunkan atas kamu[lk] al quran supaya celaka
Thaahaa:2لِتَشْقَىٰٓ
فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ
maka barangsiapa (ia[lk)] sungguh-sungguh mengikuti petunjuk-ku maka dia tidak akan menyesesatkan dan dia tidak mencelakakan
Thaahaa:123يَشْقَىٰ
وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلْأَشْقَى
dan menjadi bagian yang akan menjauhinya orang yang celaka
Al-Alaa:11ٱلْأَشْقَى
لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى
tidak masuk kedalamnya[pr] kecuali orang yang celaka
Al-Lail:15
لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى
tidak masuk kedalamnya[pr] kecuali orang yang celaka
Al-Lail:15