<<<==ayat berikutnya

Al-Anbiyaa' ayat ke 104

ayat sebelumnya ===>>


يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ كَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُۥ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ

Kajian kata

كَطَىِّ pada surat Al-Anbiyaa' ayat ke 104

Bacaan dalam tulisan arab latin kathayyi
Jenis kata kata benda abstrak atau sifat
Arti kata كَطَىِّ seperti lipatan/gulungan
Jumlah pemakaian kata كَطَىِّ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata كَطَىِّ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ط و ي
huruf pertama k1=ط , huruf kedua k2=و, dan huruf ketiga k3=ي
Makna dari kata dasar ط و ي :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna gulungan, lipatan, kedut, jemaah, kandang domba, kandang biri-biri, putaran, pangkuan, riba, lejang, lingkaran, rangkaian bunga bundar, ulang-ulang

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna melipat, menutup, membungkus, menggulung tikar, memperlipatkan, melepit, memperselukkan, memeluk, sakit hati, geliang-geliut, menggeliat-geliut, menggandakan, merangkap, menduakan, mendobel, mendobelkan, mengulangi, menjawab, membalas, menyahut, kembali melalui jalan yg sama, menggulung, menyingsingkan, bertumpuk, membalut, meliput, menjilat-jilat, mengecilkan, menolak, menampik, melirihkan, melipatkan, mengendurkan

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ط و ي dalam AlQuran 5 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 4 kali, dipakai kata kerja sebanyak 1 kali

Kajian kata كَطَىِّ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata كَطَىِّ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. imbuan : imbuan yang ada pada kata ini adalah ka ( كَ ) yang berarti seperti. imbuan ini tidak pernah digunakan untuk kata kerja. pada pemakaian pada kata benda atau kata sifat akan mengakibatkan konsonan k3 memiliki harakat kasrah,îna atau huruf nun hilang untuk kata benda jamak yang menggunakan ûna.

3. kata benda abstrak : kata كَطَىِّ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.

4. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata كَطَىِّ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

Pemakaian kata dasar ط و ي pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى Thaahaa 12
إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى An-Naziaat 16

 

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ Al-Anbiyaa' 104

 

يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ Az-Zumar 67

 

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ Al-Anbiyaa' 104