<<<==ayat berikutnya

An-Nahl ayat ke 48

ayat sebelumnya ===>>


أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَىٰ مَا خَلَقَ الـلَّـهُ مِن شَىْءٍ يَتَفَيَّؤُا۟ ظِلَٰلُهُۥ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدًا لِـلَّـهِ وَهُمْ دَٰخِرُونَ

Kajian kata

وَٱلشَّمَآئِلِ pada surat An-Nahl ayat ke 48

Bacaan dalam tulisan arab latin wa(al)sysyamâ-ili
Arti kata وَٱلشَّمَآئِلِ dan kiri
Jumlah pemakaian kata وَٱلشَّمَآئِلِ dalam AlQuran dipakai sebanyak 1 kali
Kata وَٱلشَّمَآئِلِ tersusun dari kata dasar dengan suku kata ش م ل
huruf pertama k1=ش , huruf kedua k2=م, dan huruf ketiga k3=ل
Makna dari kata dasar ش م ل :Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna persatuan, ketunggal-ikaan, termasuk, terhitung, penutup, lindungan, sampul, sarung, selubung, tutup, tudung, perlindungan, kedok, selimut, kulit, kain penutup, ulas, selongsong, kelumun, pelupuk, perkulitan, deking, pelukan, peluk, dekapan, rangkulan, pagutan, rangkuman

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna memasukkan, berisi, muat, merangkum, melingkungi, menjalinkan, menutupi, mencakup, menutup, meliputi, melindungi, melingkupi, menempuh, melapisi, membukut, meliput, menyungkup, mengulas, mengulasi, memperlarikan, menyamak, menabiri, memperlindungkan, memperlindungi, menangkupkan, mengalasi, mengalas, menjaring, merangkul, menganut, memeluk, berpelukan, mendekap, memagut, berpeluk, menganuti, menerima tawaran, memahami, mengerti, terdiri dr, mengandung, melibatkan, memerlukan, menyebabkan, mengakibatkan, membabitkan, membelit, membawa-bawa, menyangkut, membutuhkan, membawa, melibat, mempercampurkan, menyangkuntukan, menyangkutpauntukan, mempersangkuntukan, mempergaulkan, memperturuntukan, mewujudkan, menjelmakan, membubuhkan, menambahkan, menambah, mempribadikan, membungkus, menyelubungi, melipat

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini
belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.
Jumlah pemakaian pola dasar ش م ل dalam AlQuran 12 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda sebanyak 10 kali, dipakai kata kerja sebanyak 2 kali
Pola dasar ش م ل dalam AlQuran hanya dipakai untuk bentuk kata benda saja, dalam AlQuran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata kerja

Kajian kata وَٱلشَّمَآئِلِ ditinjau dari aspek tatabahasa :

1. kata benda : kata وَٱلشَّمَآئِلِ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. imbuan : imbuan wa ( وَ ) yang ada pada kata ini dapat berarti dan, beserta, atau dapat pula berarti demi. jika kata wa ( وَ ) ini diapit oleh dua buah kata benda, atau dua buah kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini berarti dan. adapun jika tidak diapit oleh dua buah kata benda,kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini berarti demi.

3. memiliki kata sandang al : kata sandang al ( اَل ). yang melekat pada kata benda وَٱلشَّمَآئِلِ ini memberikan arti bahwa kata benda yang ditunjuk telah jelas, atau paling tidak bahwa kata benda ini pernah dibahas atau diketahui dengan jelas. awalan al ( اَل ) ini dalam bahasa inggris adalah kata sandang the. setiap kata yang menggunakan kata sandang al ( اَل ) tidak pernah memiliki akhiran dengan tanwin.

4. keterangan tempat : kata وَٱلشَّمَآئِلِ ini tergolong kata yang menerangkan posisi atau tempat. untuk jenis kata yang menerangkan posisi atau tempat ini tidak memiliki aturan khusus (tasrifan). selain itu tempat yang diterangkan dapat berupa tempat yang nampak atau tempat abstrak dalam bahasa arab kata tempat ini tergolong sebagai kata benda.

5. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata وَٱلشَّمَآئِلِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

6. kata benda atau menerangkan kata sifat : kata وَٱلشَّمَآئِلِ ini memiliki konsonan k2 panjang yang dapat digunakan sebagai kata benda atau digunakan sebagai kata sifat.

Pemakaian kata dasar ش م ل pada AlQuran

 


Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya

 

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ Saba' 15

 

يَتَفَيَّأُ ظِلاَلُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالْشَّمَآئِل سُجَّدًا لِلّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ An-Nahl 48

 

وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ Al-A'raaf 17

 

اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الأُنثَيَيْنِ Al-An'aam 143
قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الأُنثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ Al-An'aam 144

 

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ Al-Haaqqah 25

 

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ Al-Waqii'a 41

 

وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ Al-Kahfi 17
وَنُقَلِّبُهُم ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ Al-Kahfi 18
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ Qaaf 17
وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ Al-Waqii'a 41
عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ Al-Ma'arij 37